Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Desak Fasilitas Layak dan Tunjangan Risiko, BPBD Bontang Soroti Dua Rekomendasi DPRD di Rapat Paripurna Ke-17

Ismail BPBD Bontang

Katinting.com, Bontang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyoroti dua rekomendasi penting yang disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-17 DPRD Bontang, Selasa (22/4/2025), di Kantor DPRD Kota Bontang.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Sitti Yara dan Maming, serta 16 anggota dewan lainnya. Rekomendasi DPRD dibacakan oleh Anggota Pansus, Muhammad Sahib.

Rapat paripurna yang digelar di Kantor DPRD Bontang Lestari ini membahas hasil evaluasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2024.

Sebanyak 24 rekomendasi disampaikan oleh Panitia Khusus (Pansus), mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga penataan ruang. Namun bagi BPBD, dua poin menjadi perhatian utama.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail yang menghadiri rapat tersebut menyoroti langsung kebutuhan dasar kelembagaannya.

“Ada dua poin yakni tentang gedung kantor yang layak dan tunjangan risiko bagi petugas lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi fisik kantor BPBD saat ini jauh dari memadai. Lokasi kantor yang berada di samping STITEK di Jalan Ir Juanda itu, dinilai tidak layak menampung aktivitas dan kebutuhan operasional BPBD yang bersifat kedaruratan.

“Kami butuh ruang penyimpanan peralatan penyelamatan dan parkir kendaraan operasional yang memadai. Kantor saat ini terlalu sempit dan tidak representatif,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga menekankan pentingnya realisasi tunjangan risiko bagi pegawai yang menjalankan tugas shift. Rekomendasi ini mengusulkan penyusunan Perwali khusus untuk mengatur pemberian insentif kepada personel BPBD, Satpol PP, Damkar, petugas rumah sakit, serta guru yang bertugas di wilayah pesisir.

“Kami sudah menunggu cukup lama kebijakan ini. Harapan kami, pemerintah kota tak lagi menunda,” sambungnya.

Dengan dua poin tersebut, BPBD berharap tidak hanya mendapat perhatian administratif, tetapi juga langkah konkret dari pemkot untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respon bencana di Kota Bontang.

Share: