Mamuju Tengah, Katinting.com – Malam sudah menjelang dinihari, saat dering pager laman ini berdering, karena tidur awal malam, membuat dapat terjaga saat dering pager berdering, Kamis (20/02).
Segera menerima panggilan dari nomor yang sudah laman ini kenali, salah seorang pengurus Partai Perindo di Mamuju Tengah, Hasri Salam, kami pun menangkap suara mendengus sedang kesal, meski kemudian berupaya untuk tenang, memulai pembicaraan, ketika kami sudah mulai menyapanya.
Ia pun menanyakan soal berita berisi komentarnya, yang telah dirilis salah satu media daring, yang hanya dapat diakses kurang lebih sejam, kemudian tak di temukan lagi, meski menggunakan berbagai perangkat untuk mengaksesnya, tetap tak bisa Ia temukan.
Tapi bukan soal media daring yang focus utamanya, Ia kesalkan, sebab saat laman ini, lebih jauh menelisik apa isu yang dirinya menjadi narasumber berita, ternyata sebuah puncak kekesalan, yang ingin dituangkan ke KPU Mamuju Tengah.
Sebagai pengurus salah satu Parpol peserta pemilu dan pengusung salah satu calon bupati di Pilkada, Parpolnya tak mendapatkan undangan kegiatan yang dihelat oleh KPU berupa Focus Group Discussion (FGD), sebab menurutnya, justru FGD ini adalah rahah penting bagi parpol memberikan masukan dan evaluasi bagi KPU atas proses yang telah mereka laksanakan.
“Lalu kenapa mereka tidak menghadirkan kami, perwakilan Parpol dalam kegiatan tersebut” kesal Hasri Salam diseberang telepon.
Bahkan kekesalannya pun sebagai pengurus Parpol bertambah, sebab kegiatan dihelat KPU itu, bukan hanya tak menghadirkan Partai Perindo, tapi semua Parpol tidak ada yang mendapatkan undangan FGD, sementara informasi yang didapatinya, kegiatan itu hanya berlangsung sekali.
“Jadi apa maksud KPU ini, apa sengaja ingin mencekal suara Parpol dalam berpandangan, sehingga mereka tak mengundang kami Parpol yang ada di Mamuju Tengah, saya kira ini tidak baik menurut saya” tutur Hasri.
Lebih tegas, Ia menuding KPU Mamuju Tengah, tidak transparan dan terkesan ada yang mereka ingin tutupi, sehingga tidak menghadirkan Parpol dalam FGD, sementara Ia sudah mendapatkan penegasan dari Ketua KPU Sulbar, bahwa semua pihak termasuk Parpol harus duduk Bersama dalam proses FGD
“Kami ini Parpol peserta Pilkada, maka mestinya kuota peserta FGD itu, juga kami dapatkan, tapi KPU Mamuju Tengah tidak melakukan itu, maka tentu kami punya kuota dalam FGD itu” tegas Hasri.
Ia pun mendapatkan total kuota undangan pada kegiatan tersebut,yakni hanya untuk 70 orang terundang, tapi mengapa dari 70 kuota untuk undangan peserta itu, tidak sebagian juga digunakan untu menghadirkan peserta Parpol,
“Ini tentu distorsi bagi oleh KPU Mamuju Tengah, sebab Parpol punya peran penting karena mereka adalah peserta Pemilu, tapi justru Parpol tak mendapatkan kuota diundang pada kegiatan FGD” kata Hasri.
Sementara itu, tidak dihadirkannya Parpol dalam FGD ini laman ini melakukan upaya konfirmasi ke Ketua KPU Mamuju Tengah, Alamsyah, namun belum mendapatkan respon. (Fhatur Anjasmara)






