Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pj Gubernur Sulbar Rencanakan Jalankan Bisnis Pangan Melalui Unit Pembibitan Rakyat Tersebar di Sulbar

Pj Gubernur Sulbar di sela sela aktivitasnya. (dok Ist)

Mamuju, Katinting.com – Ditengah penolakan cara kerja Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin, oleh sejumlah aktivis beberapa Waktu lalu, kini terbaru Pj Gubernur menggagas membentuk Unit Pembibitan Rakyat (UPT) berbagai jenis sumber pangan.

UPR ini kemudian menariknya, karena akan melibatkan semua OPD di Pemprov Sulbar, karenanya Bahtia telah meminta kepada semua OPD menyiapkan pelaku usahanya yakni masyarakat dan kesiapan lahan.

Katanya, UPR ini sebagai terobosan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan bibit.

“Sebab itu tahun 2025 nanti program UPR ini kita jalankan, sesuai komoditi budidaya masyarakat setempat” kata Bahtiar.

Desain UPR ini akan tersebar di seluruh wilayah Sulbar, dengan didampingi satu UPR satu tenaga penyuluh baik tani dan nelayan, juga ada skema perhitungannya.

“Untuk UPR Bibit Kakao = 100 UPR Rp 25 juta, UPR Bibit Kopi = 100 UPR Rp 25 juta, UPR Bibit Durian = 100 UPR Rp 25 juta, dan UPR Bibit Nila = 100 UPR Rp 25 juta,” beber Bahtiar.

Ia menambahkan tentu, dengan program UPR ini, meringankan masyarakat dalam pembudidayaan berbagai jenis komoditas, sebab masyarakat tidak lagi belanja bibit yang mahal, yang menguras biaya produksi mereka.

“Dengan mereka memproduksi sendiri bibit di komunitas pembudidaya mereka, akan memberikan biaya produksi yang murah. Ini juga diharapkan merangsang pertambahan jumlah UPR mandiri yang dibuat sendiri oleh masyarakat,” jelas Bahtiar.

MAMUJU – Pj Gubernur Sulawesi Barat , Bahtiar Baharuddin akan membentuk unit pembibitan rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Sulbar.

Hal ini, dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bibit yang disediakan.

“Ini untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan bibit-bibit, maka tahun 2025 juga kita programkan pembentukan Unit Pembibitan Rakyat (UPR) sesuai komoditi budidaya masyarakat setempat,” kata Bahtiar

Sebab itu sekali lagi ia menegaskan sudah minta semua OPD terlibat dan menyiapkan masyarakat serta lahannya.

“”Saya juga sudah arahkan TAPD untuk merancang itu. Ini demi mengurangi ketergantunagn masyarakat terhadap bantuan bibit dan harga bibit berkualitas” pungkas Bahtiar. (**/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat