Mamuju, Katinting.com – Dalam upaya meningkatkan akses digital masyarakat, Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Barat tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa provider untuk menyediakan layanan wifi internet gratis di area publik.
Salah satu provider yang menjadi mitra adalah ICON+, yang merupakan mitra penyedia layanan internet Pemerintah Provinsi Sulbar.
“Pada masa kini, penting bagi pemerintah untuk menyediakan layanan akses internet secara gratis kepada masyarakat di ruang publik,” ujar Manajer Pemasaran dan Penjualan SBU Sulawesi dan IBT ICON+, Eka Widya Purwitasari, pada pertemuan dengan tim Dinas Kominfo Sulbar di Kantor ICON+ Makassar pada Jumat, 22 Maret 2024.
Penyediaan wifi gratis ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses informasi, berkomunikasi, bertransaksi, dan melaksanakan kegiatan lainnya yang memerlukan koneksi internet secara produktif dan positif dengan biaya yang terjangkau.
Kabid Aplikasi Informatika Kominfo Sulbar, Muh Ridwan Djafar, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulbar telah mengajukan beberapa spot titik area publik yang akan menjadi sasaran pemasangan wifi gratis secara bertahap. Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pj. Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
“Peran pemerintah kabupaten setempat sebagai pengelola wilayah area publik sasaran menjadi sangat penting dalam rencana ini, karena itu pemprov akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten terkait,” ungkap Muh Ridwan.
Setelah proses awal negosiasi, akan dilakukan survei bersama antara Pemerintah Provinsi Sulbar, pemerintah kabupaten, dan provider layanan internet ICON+ untuk menentukan titik-titik pemasangan wifi gratis.
“Rencana penyediaan wifi gratis ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan sumber daya yang tersedia dan memperhatikan hasil evaluasi terhadap pemanfaatan wifi gratis di tahap awal,” tambahnya.
Wifi gratis ini direncanakan dapat diakses oleh masyarakat mulai dari sore, malam hingga pagi sebelum jam kantor, mengingat area publik banyak dikunjungi warga pada waktu tersebut.
“Upaya akan dilakukan agar suplai bandwidth pada area internet publik tersebut dapat diakses hingga 300 – 500 pengguna,” tandasnya.
(*)






