Mamuju Tengah, Katinting.com – Ibu rumah tangga di Mamuju Tengah, mulai menjerit, pasca bergeraknya harga beras di pasaran dalam sepekan terakhir. Tidak tanggung, kenaikan mencapai Rp.800 perkilogram untuk semua jenis beras.
Akibat kenaikan harga yaang cukup tinggi, harga beras dipasaran sudah mencapai Rp.330 ribu sampai untuk isi 25 kilogram, membuat masyarakat mengeluh, dan sangat kuatir atas melonjaknya harga beras yang cukup signifikan.
Kepada laman ini, salah seorang ibu rumah tangga di Mamuju Tengah, Rahmawati, mengungkapkan kekagetannya, karena baru saja kurang lebih 10 hari yang lalu, membeli beras dengan harga Rp.310 ribu, tapi saat kembali beberapa hari kemudian, harganya sudah naik sampai Rp.20 ribu kenaikannya.
“Saya kaget, karena kurang lebih 10 hari lalu, harga masih sekira Rp.310 ribu, namun kembali ingin membeli beras beberapa hari kemudian, saya sudah mendapatkan harga Rp.330 ribu per 25 kilogram” keluh Rahmawati yang juga cukup kaget dengan kenaikan harga beras.
Ibu rumah tangga lainnya, Husniah menuturkan bahwa beras medium yang sepekan lalu dibelinya untuk takaran 10 kilogram hanya Rp.105 ribu, tapi sepekan kemudian harganya sudah Rp.120 ribu.
“Saya tanyakan kepenjualnya, katanya harga beras lagi naik tajam, nah kalau kondisi seperti ini, kasihan kami tentunya, karena kalau harga beras tidak terkontrol, bisa bisa ada yang tak mampu beli beras” tutur Husnia.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras yang ditemui laman ini, mengungkapkan kalau memang harga beras naik tajam, dalam sepekan terakhir, di beberapa daerah Ia mendapatkan informasi, kondisinya nyaris sama di Mamuju Tengah, bahkan kenaikan ini, memicu drastis menurunnya konsumen.
“Iya naik sekali harganya, beras premium tadinya hanya Rp.310 ribu untuk 25 kilogram, sekarang sudah mencapai Rp.330 ribu, sementara untuk beras medium tadinya hanya Rp.290 ribu per 25 kilogram sekarang sudah Rp.310 ribu” ungkap pedagang beras yang diketahui bernama Heru.
Katanya, bisa jadi kenaikan ini, dipicu oleh musim kemarau, yang mengakibatkan wilayah penghasil beras, mengalami gagal panen, sehingga pasokan beras berkurang.
“Mungkin karena kemarau, jadi pasokan menurun, sebab banyak wilayah penghasil beras gagal panen, yang kami dengan dari beberapa sumber info” Kata Heru.
Terpisah Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Mamuju Tengah Collenk Sulaiman, berdasarkan data yang disharing ke halaman ini, menunjukan bahwa ada pergerakan kenaikan harga beras, rata rata kenaikan harga beras masih berada dibawah Rp.1000 ribu.
Olehnya Mantan Camat Pangale ini, menegaskan bahwa kenaikannya masih wajar, sehingga belum dibutuhkan intervensi pemerintah, seperti operasi pasar.
“Sampai saat ini kenaikannya masih wajar, sehingga belum ada upaya, untuk operasi pasar” singkat Colleng di ujung di telepon. (Fhatur Anjasmara)






