
Laporan : Syarifuddin
PANDEMI Covid-19 hingga saat ini masih mewabah. Di Provinsi Sulbar, setiap pekan selalu saja ada warga yang terjangkit virus dari Wuhan, China itu. Covid-19 menjadi momok menakutkan ditengah masyarakat, hingga mengancam seluruh sektor mulai dari ekonomi hingga kehidupan sosial.
Pemeritah Sulawesi Barat terus berupaya melakukan pencegahan dengan mengerakkan seluruh bidang mulai dari pemerintah kabupaten, kelurahan sampai desa, bahkan pihak kepolisian dan TNI ikut bergerak bersama.
Ditengah Pandemi Covid-19, di Sulawesi barat, gerakan saling mendukung untuk memberantas peyakit ini terus digalakkan. Salah satu instansi yang bergerak belum lama ini adalah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berada di Sulawesi barat.
Mereka berupaya meberikan semangat dan dorongan moril kepada seluruh yang bergerak memberantas covid 19 mulai dari security, cleaning service, supir ambulance sampai petugas kesehatan di Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat, dengan cara memberikan paket bantuan kurang lebih 300 paket. Paket itu berupa beras, susu, minyak goreng, minuman sereal dan jumlah kebutuhan pokok lainya.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Barat, Normansjah Wartabone, mengatakan bantuan itu merupakan aksi bersama oleh kementrian PUPR secara seretak dilakukan se Indonesia memperingati hari kemerdekaan Indoensia ke-76 tahun.
Bantuan itu diharapkan bisa menjadi penyemangat seluruh tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi virus Covid-19.
“Kita tahu bersama, nakes adalah pejuang dalam menyehatkan negera ini dari Covid-19, jadi jelang HUT RI ini patut diberikan apresiasi,” ungkap Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Barat, Normansjah Wartabone, Senin 16 Agustus 2021.
Ia meminta kepada seluruh petugas kesehatan agar menjaga kesehatanya selama bekerja sehingga tidak ada lagi korban nakes maupun dokter akibat Covid-19.
Normansjah Wartabone berpesan kepada warga Sulbar agar tetap menjaga kesehatannya ditengah pandemi, utamanya menjaga jarak dan selalu menggunkan masker.
“Dengan banyaknya warga tidak sakit akibat covid, tentu ini akan otomatis mengurangi beban nakes dalam bekerja, dan ini sangat membantu mereka,” sebutnya.
Semenatara itu, pihak kepolisian dari Polda Sulbar menggerakkan seluruh anggotanya melakukan upaya pemeberatasan covid-19 di enam Kabupaten, mulai dari kabupaten Polman, Mamasa, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan kabupaten Pasangkayu.
Hampir setiap malam mereka melakukan operasi yustiisi, dengan mendatangi tempat tempat usaha warga yang masih buka hingga pukul 22.00 malam. Waktu yang disepakati selama pandemi covid-19.
Mereka menghimbau warga dengan cara pendekatan kekeluargaan agar tetap mematuhi aturan yang telah disepakati, seperti meminta semua pengunjung menggunakan masker jika datang, menjaga jarak jika ingin makan ditempat, sehingga penularan Covid-19 tidak terjadi dan bisa diminimalisir.
Sementara itu di pagi hari setiap anggota kepolisian melakukan penjagaan di pusat pusat kota memantau pergerakan warga, apabila ditemuka warga abai menggunakan masker, pihak kepolisian akan memberikan masker secara gratis.
“Kita semua gerakkan dari berbagai sudut agar covid-19 segera berakhir, dengan upaya ini kami yakin ini Covid-19 akan bisa kita lawan secara bersama,” ungkap Irjen. Pol. Drs. Eko Budi Sampurno dalam sebua acara belum lama ini.
Disisi lain, Pemeritah Provinsi Sulawesi Barat juga bergerak untuk membantu penanganan Covid-19. Salah satunya dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2021. Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar membagikan 100 unit mesin oksigen konsentratorr 10L kepada Dinas Kesehatan Sulawesi Barat.
Ia memita kepada Dinas Kesehatan membagikan Mesin Oksigen Konsentratorr 10L dibagikan kepada kesejumlah puskesmas di enam kabupaten se-Sulawesi Barat utamanya di puskesmas- puskesmas yang berada di pelosok daerah, jauh dari akses utama pelayanan kesehatan.
“Mesin Oxygen Concentrator merupakan perangkat teknologi yang bekerja secara selektif yang memiliki Kadar oksigen 93-96 persen. Ia Stabil pada flow berapapun untuk tipe 5L dan 10L. Mesin ini menangani pasien sesak nafas karena masalah paru-paru atau Covid-19. Penggunaannya ditempatkan di tempat tertutup atau ruangan,” kata Ali Baal Masdar.
Gubernur meminta kepada petugas kesehatan agar menjaga dengan baik alat tersebut sehingga tidak mudah rusak. “Percuma alat ini ada kalau masyarakat tidak taat protokol kesehatan, saya berharap warga bisa bisa ikut bersama sama-membantu pemerintah dalam penaganan covid 19, dengan cara menerapkan protokol kesehatan secara ketat jagan kemana mana kalau tidak perlu, jika terpaksa selalu gunakan masker, itu juga menjaga jarak harus penting” ungkapnya.
Berdasarkan rekap data Covid-19 dari Satgas Covid-19 Sulbar per tanggal 25 Agustus, total akumulasi masyarakat Sulbar yang terpapar Covid-19 sebanyak 11287 orang. Dirawat 78 orang, isolasi mandiri 1252, sembuh 9676 dan meninggal dunia sebanyak 281 orang.
Di Perintahanan Kabupaten Mamuju yang menjadi pusat Provinsi ke-33 ini juga ikut melakukan upaya penaganan Covid-19 dengan membangun sejumlah rumah isolasi bagi masyarakat yang terpapar disetiap Kecamatan.
Salah satunya didirikan di Kelurahan Sinyonyoi Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Pemerintah Kabupaten Mamuju menyulap bekas Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika yang salama ini tidak difungsika menjadi rumah isolasi. Dirumah isolasi itu ada tujuh kamar dengan fasilitas enam ranjang tempat tidur, dan satu tabung oksigen. Selain itu setiap ruangan kamar memiliki kamar mandi yang cukup memadai. Rumah isolasi itu menjadi tempat isolasi pasien yang memiliki gejala ringan, seperti batuk dan panas.
Tempat ini akan men-cover enam kecamatan mulai dari Kecamatan Tommo, Sampaga, Papalang , Kalukku, Kalumpang dan Kecamatan Bonehau.
Kapala Bidang Pengendalian dan Pemberantasn Penyakit Dinas Kesehatan Mamuju, Alamsyah Tamrin, mengatakan pihaknya sengaja menempatkan rumah isolasi terpusat di lokasi itu lantaran Kecamatan Kalukku merupakan penyumbang terbesar warganya terkonfirmasi positif covid-19 .
“kita masih perlu lengkapi ini, jumlah oksigen karena baru satu, nanti harusnya ada 4 oksigen,” kata, Alamsyah Tamrin.
Ia juga mengatakan setiap puskemas di lima Kecamatan bertanggungjawab menyiapkan petugas kesehatan setiap harinya melakukan kontrol di rumah isolasi. “Kami harap rumah isoliasi ini tidak digunakan, itu menandakan waga Mamuju sehat semua tidak ada covid-19,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Kalukku, Pemerintah Kabupaten Mamuju, telah membangun tiga rumah isolasi diantaranya di kecamatan Tapalang Kecamtan Tapalang Barat dan di Kota Mamuju.
“Saya berharap warga Mamuju, betul betul bisa membantu kami (Pemerintah) dalam memerangi Covid-19. kalau tidak bisa membatu secara materi dan tenaga, cukup saja di rumah jangan dulu berkeluyuran salam pandemi ini, karena dengan kurangnya mobilitas itu sangat bisa megurangi angka penularan covid 19,” ungkap Sutina Suhardi, Minggu 22 agustus 2021.
Bupati mengingatkan kepada masyarakat agar tidak abai dalam menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. “Selalu lah gunakan masket jika berada diluar rumah, karena kesehatan saat ini sangat penting, lebih baik kita menghindari agar tidak sakit dari pada mengobati,” tutup Bupati perempuan pertama di Mamuju itu.






