
Palu, Katinting.com – Hari Kelima pasca gempa dan tsunami, Korem 132/Tadulako dan Polda Sulawesi Tengah sampai saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban gempa dan tsunami Palu-Donggala.
Dari data yang disampaikan oleh Damren Korem 132/Tadulako, Thohir, Rabu (3/10) jumlah keseluruhan korban yang meninggal dunia sebanyak 1.411, luka-luka 2.549 orang, dugaan korban hilang 113, dugaan korban tertimbun 152, dan rumah rusak (masih data kemarin) 65.733. Dan jumlah korban yang mengungsi sebanyak saat ini 70.821 orang.
“Kegiatan masih di proyeksikan pada upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi. Selain evakuasi, juga kita laksanakan kegiatan penguburan di pemakaman TPU. Temuan baru jenazah jari ini ada 41 orang, Ada 28 penemuan jenazah selama dua hari mencari, dibantu dengan alat berat,” ujar Thohir saat melakukan konferensi pers di Kantor Korem 132/Tadulako.
“Untuk jenazah yang sudah ditemukan semuanya sudah dikuburkan. Oleh karena itu upaya pencarian dan evakuasi terus kita laksanakan,” tambahnya.
Untuk korban yang tertimbun akibat luapan lumpur di Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Thohir mengatakan pihaknya belum bisa mengidentifikasi jumlah korban yang ada disana.
“Dari keterangan masyarakat, mereka jelas menyampaikan bahwa didalam masih ada korban. Kita masih sama-sama mencari. Karena sampai saat ini usaha pencarian masih terus kita laksanakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk di Balaroa, telah ditempatkan sebanyak 200 personil militer, di Sigi dan dan Jln. Soeharto, 150 orang, di Donggala 200 orang, sedangkan di komando tugas gabungan atau di Korem di tempatkan sejumlah 350 orang personil. 350 orang ini peruntukannya agar dapat setiap saat digerakkan.
“Kita tahu bersama kemarin-kemarin terjadi upaya yang kurang bagus dari masyarakat. Mereka menjarah atau mengambil barang-barang bantuan. Selain itu juga untuk kegiatan evakuasi mengambil jenazah ditempat-tempat pencarian dan penyelamatan. Selain itu juga untuk membantu penguburan,” katanya.
(Zulkifli)






