Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Yayasan Kemala Bhayangkari Sulbar Mengunjungi Suku Bunggu di Pasangkayu

Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar, Ny. Miranti Adang saat foto bersama dengan warga suku bunggu. (*)

Pasangkayu, Katinting.com – Suku Bunggu, sebuah komunitas yang mendiami daerah pegunungan di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), kembali menjadi fokus kunjungan yang penuh makna oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Sulbar.

Sebagai bagian dari upaya merawat warisan budaya dan memperkuat keterlibatan komunitas lokal, Yayasan Kemala Bhayangkari Sulbar mengunjungi suku yang dikenal hidup dengan pola nomaden ini.

Diketahui, Suku Bunggu memiliki akar dari Suku Kaili di Sulawesi Tengah dan telah menyebar ke wilayah lain seperti Kabupaten Pasangkayu.

Mereka dikenal dengan pola hidup berpindah-pindah dan tinggal di rumah sederhana yang terbuat dari bahan alami seperti daun rotan dan kayu. Namun, beberapa di antara mereka telah mulai menetap dan membentuk perkampungan dengan rumah berdinding papan.

Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar, Ny. Miranti Adang, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan yang hangat dari masyarakat Suku Da’a di Dusun Saloraya, Desa Gunung Sari.

“Hari ini kami laksanakan Bakti Sosial dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke-44. Kami sangat senang dan bahagia melihat semangat masyarakat Suku Da’a,” ujarnya.

Ibu Miranti Adang juga memberikan pesan kepada anak-anak Suku Da’a untuk terus mengejar ilmu, sehingga Sulbar dapat terus maju.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi pemerhati seni, Andi Latifa Arifin S.Pd, untuk menyoroti keunikan budaya Suku Bunggu.

“Suku Bunggu adalah potret kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Penggunaan baju kulit kayu oleh ibu kapolda menunjukkan kearifan lokal yang patut dihargai dan dilestarikan,” ujarnya.

Kunjungan ini tidak hanya memperluas dialog antara komunitas, tetapi juga memperkuat keterlibatan pemerintah dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat adat.

Diharapkan, langkah-langkah seperti ini akan terus mendukung pelestarian budaya dan pembangunan yang berkelanjutan di Sulbar. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat