Gusni Kardi, Koodinator Daerah Sulbar Pengda IJTI Sulselbar. (Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Seleksi komisioner KPID Sulbar mendapat perhatian serius dari  Koodinator Daerah Sulbar Pengda IJTI Sulselbar, Gusni Kardi. Ia berharap agar dilakukan secara profesional dan tidak terkesan jatah-jatahan.

“Melihat proses perekrutan Calon Komisioner KPID Sulbar, jangan terkesan hanya sebatas bagi-bagi kursi bagi oknum-oknum politisi. Kami dari salah satu konstituen KPID oganisasi Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Pengda Sulselbar, meminta kepada panitia seleksi dalam melakukan proses seleksi harus pofesional,” kata Gusni Kardi.

Lanjut kata Gusni, dilihat dari hasil seleksi untuk tahap yang akan maju dalam tahap wawancara sebahagian besar calon yang lolos adalah dari kelompok politisi. Untuk dari kelompok wartawan yang bersentuhan langsung dengan KPID sangat sedikit diakomodir oleh panitia.

“Melihat kondisi yang ada kami dari organisasi IJTI mendesak panitia agar dalam merekrut calon komisioner jangan ada kesan bagi bagi kue untuk oknum politisi saja,” ungkapnya.

Jangan sampai komisioner yang nantinya terpilih tidak paham akan dunia penyiaran. Mereka terkesan hanya akan menghabiskan anggaran daerah saja namun pelanggarann undang-undang penyiaran masih terus terjadi di Sulbar, tegasnya.

“Seharusnya poses perekrutan komisioner yang diutamakan mereka yang berlatar belakang praktisi penyiaran atau wartawan yang sudah paham dengan kerja di dunia penyiaran. Masyarakat harus memberikan penilaian kritis atas proses seleksi ini, jika tidak maka sistem jatah-jatahan atau nepostisme akan subur,” kuncinya.

Ia juga menegaskan, hasil seleksi akan memberikan gambaran apakah benar seleksi KPID itu profesional atau sekadarnya saja.

(*/Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here