Mamuju, Katinting.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menerima laporan terjadinya bencana tanah longsor di Kabupaten Mamasa pada Sabtu (13/12) malam.
BACA JUGA: Sekda Sulbar Ajak Kader HMI Kolaborasi Hadapi Tantangan Fiskal untuk Pembangunan Daerah
Kejadian tanah longsor tersebut terjadi sehari sebelumnya, yaitu Jumat (12/12) sekitar pukul 16.00 WITA, di Dusun Salukatambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa. Berdasarkan laporan awal, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamasa, Gusti Harmiawan, menjelaskan bahwa bencana dipicu oleh curah hujan tinggi dan terus-menerus di wilayah tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mamasa yang turun ke lokasi menemukan material longsoran telah menghanyutkan pekarangan warga, sehingga sekitar 10 kepala keluarga (KK) terancam karena rumah mereka berada di zona terdampak dan berpotensi ambruk.
“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulbar, TNI, Polri, instansi terkait, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan darurat dan pemantauan lanjutan terhadap potensi bencana susulan, termasuk ancaman banjir,” ujar Gusti Harmiawan.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi.
“Sesuai arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegas Yasir Fattah. (*)






