Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Warga Desa Mesakada Menderita Hidrosefalus Selama 24 Tahun

Piter bersama anaknya menderita hidrosefalus. (dok. Saldi)

Mamasa, Katinting.com – Seprianto (24), warga Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, telah menderita hidrosefalus sejak lahir. Selama 24 tahun, ia hanya bisa terbaring di gubuknya yang sederhana.

Pada hari Senin, 15 Juli 2024, langit nampak cerah dengan sedikit mendung di sisi timur saat saya mengendarai motor menuju Kampung Baru, Dusun Lekkong di Desa Mesakada.

Perjalanan sejauh 2 kilometer dari jalan poros Mamasa-Polewali memakan waktu sekitar 5 menit melalui jalan beton yang sempit dan berbatu.

Di sana, saya bertemu Piter Sapu (57), atau biasa disapa Papa Meri, yang tinggal bersama Seprianto di rumah berukuran 3×4 meter.

Piter menceritakan bahwa anaknya telah menderita hidrosefalus sejak lahir. “Sejak lahir sudah sakit, sekarang sudah 24 tahun hanya terbaring,” tutur Piter Sapu.

Seprianto tinggal bersama ayahnya sejak setahun lalu setelah ibunya, Levina, meninggal dunia. Dengan kepala yang besar dan berat serta tubuh yang kurus, Seprianto hanya bisa terbaring kaku di atas kasur berlapis tikar. Setiap hari, Piter meninggalkan anaknya sendirian untuk bekerja di kebun atau menjadi buruh di kebun orang lain.

Piter menyatakan bahwa sejak tinggal di gubuk tersebut, Seprianto belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat maupun Dinas Sosial Kabupaten Mamasa.

“Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah maupun Dinas Sosial,” katanya dengan suara parau.

Meski memiliki administrasi kependudukan di Desa Mesakada, Piter mengungkapkan bahwa hanya bidan pustu yang sesekali berkunjung dengan membawa makanan tambahan.

Anak Piter pernah mendapat perhatian dari komunitas motor di Mamasa, namun hingga kini belum mendapat perawatan medis sama sekali.

“Tak pernah dibawa berobat di rumah sakit karena memang tidak ada uang untuk itu,” tandas Piter.

Piter dan Seprianto hidup dalam kondisi yang sulit, namun mereka tak pernah meminta bantuan dari tetangga. Piter berharap ada perhatian dan bantuan dari pihak pemerintah dan masyarakat agar Seprianto bisa mendapatkan perawatan yang layak. (Saldi/ed:Anhar)

Rumah Piter bersama anaknya menderita hidrosefalus. (dok. Saldi)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat