Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi. (Hms)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Merespon viral di media sosial jenasah yang ditandu sejauh 13 Kilometer karena tidak dipinjamkan mobil Ambulans, Bupati Mamuju menyesalkan kejadian tersebut dan akan segera mengevaluasi Kepala Puskesmas Kecamatan Kalumpang.

Sutinah dalam pesan media sosialnya mengatakan, hari ini banyak sekali masuk DM (direct message) atau pesan singkat online dan chat yg menginfokan soal adanya masyarakat di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Kalumpang yang meninggal dan jenazahnya harus ditandu karena tidak diijinkan untuk memakai Ambulans yang ada di Puskesmas Kalumpang.

Lanjut, melalui ini tentu saya selaku Bupati Mamuju meminta maaf atas kejadian itu dan sangat menyesalkan PKM Kalumpang tidak mempunyai inisiatif untuk mengantarkan jenazah masyarakat kita dan akan mengevaluasi kinerja kepala PKM-nya.

Menurutnya, ambulance boleh dipakai mengantar jenazah sepanjang tidak ada kejadian emergency di PKM tersebut, saya juga sudah menginstruksikan untuk seluruh kepala PKM untuk melayani pengantaran jenazah dari PKM kerumah duka sepanjang tidak ada kasus emergency di PKM tersebut.

Sambung Sutinah, Insha Allah kami Pemerintah Kabupaten Mamuju berusaha memberikan yang terbaik untuk semua masyarakat Mamuju dan Insha Allah dalam waktu dekat kita akan menyerahkan 10 Ambulans untuk dipergunakan di desa-desa dalam melayani masyarakat, sesuai dengan janji Kampanye kami dulu.

Ia menambahkan, mohon doa dan masukannya selalu dari masyarakat Mamuju agar kami bisa lebih baik lagi dalam mengabdi di tanah Manakarra yang kita cintai bersama.

Sebelumnya diketahui, warga kalumpang mengeluhkan pelayanan di Puskemas Kalumpang, Kabupaten Mamuju, yang kini viral di media sosial jenazah ditandu warga berjalan kaki sejauh 13 kilometer karena tidak diberi mobil ambulans oleh pihak Puskesmas.

Fenny Tadius, warga mengatakan, bahwa selama ini pihak Puskesmas Kalumpang tidak memberikan rujukan ke pasien jika ingin melanjutkan pengobatan ke rumah sakit jika kondisi  tidak dalam emergency atau keadaan darurat.

Senada dengan Herdy juga mengeluhkan kepala Puskesmas Kalumpang, Bidan Evi yang lamban dalam memberikan pelayanan. Bahkan hal sekecil seperti alat kunci untuk membuka tabung oksigen tak ada disediakan di Puskesmas tersebut.

“Bahkan sekelas alat (Kunci Inggris ) untuk 02 (oksigen) Puskesmas Kalumpang tidak punya, sehingga harus meminjam ke bengkel pada jam 01.00 malam,” tulisnya.

Bahkan kata Herdy mobil ambulans di Puskesmas Kalumpang sering digunakan yang bukan untuk peruntukannya. “Okelah kita sepakat ketika ambulans Puskesmas Kecamatan Kalumpang hanya untuk orang sakit. Namun tidak sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Herdy berharap Dinas Kesehatan Mamuju segera mengevaluasi kinerja aparat puskesmas Kalumpang, sehingga pelayanan kesehatan  kedepan bisa berjalan baik.

ADV

Bagikan

Comment