Katinting.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bontang untuk terus berinovasi, tidak hanya dari sisi produk tetapi juga dari sisi pelayanan transaksi yang kini serba digital.
Pesan ini ia sampaikan saat menghadiri Grand Opening sebuah kedai jamu modern milik UMKM binaan PT PAMA Indo, Jumat (1/8/2025). Menurutnya, kemasan produk yang mengikuti tren kekinian penting, namun tak kalah krusial adalah kesiapan UMKM dalam mengikuti perubahan gaya belanja dan pembayaran masyarakat.
“UMKM jangan hanya bertahan, tapi harus terus bergerak dan berinovasi. Kita tidak boleh tenggelam oleh zaman. Produk harus disesuaikan dengan tren agar tetap diminati,” kata dia.
Ia mengingatkan bahwa inovasi tidak lagi cukup hanya soal bentuk dan rasa produk. UMKM dituntut untuk memahami perilaku konsumen masa kini yang lebih suka bertransaksi secara digital.
“Sekarang siapa yang masih bawa uang cash banyak? Orang mau beli jamu aja maunya tinggal scan QR. Kalau UMKM belum sediakan itu, ya bisa kalah saing,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pelaku usaha memiliki sarana pembayaran digital seperti QRIS untuk memudahkan pembeli, sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka.
“Ini soal kecepatan dan kenyamanan transaksi. Jangan sampai pembeli lari hanya karena enggak bisa bayar pakai QR. Jadi tolong pelajari dan segera terapkan,” pungkasnya. (Re)






