Mamuju, Katinting.com – Sulawesi Barat mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil menurunkan angka stunting sebesar 4,7 persen.
Data terbaru dari pemerintah pusat mengungkapkan bahwa dari 15 provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan prevalensi stunting, Sulbar termasuk dalam 19 provinsi lain yang berhasil menekan angka stunting di Indonesia. Angka stunting di Sulawesi Barat turun dari 35,0 persen pada tahun 2022 menjadi 30,03 persen pada tahun 2023.
Keberhasilan menurunkan angka stunting di Sulawesi Barat tidak lepas dari peran serta aktif Kepolisian Daerah (Polda) dan Bhayangkari Polda Sulawesi Barat. Irjen Pol Adang Ginanjar, Kapolda Sulbar, telah meluncurkan aplikasi Si Centing Siamasei, sebuah inovasi digital pertama di Indonesia yang digunakan untuk mendeteksi titik-titik stunting dan menghubungkannya dengan Rumah Sakit Bhayangkara Sulawesi Barat. Aplikasi ini memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan bantuan kesehatan khususnya dari rumah sakit yang dimiliki oleh Polri.
“Aplikasi Si Centing Siamasei merupakan salah satu upaya Polda Sulbar dalam menurunkan angka stunting di wilayah ini,” kata Kapolda Adang Ginanjar.
Dalam setiap kesempatan, Kapolda Sulbar selalu menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan pemerintah daerah, termasuk Gubernur, Bupati, dan Dandim, dalam melaksanakan program penurunan angka stunting. Langkah-langkah konkret seperti pelatihan bhabinkamtibmas sebagai tenaga bantuan medis menjadi salah satu upaya Polda Sulbar untuk membantu tenaga medis yang terbatas dalam penanganan stunting.
Tidak hanya Polda, Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sulbar juga berperan aktif dalam penurunan angka stunting. Ketua Bhayangkari Polda Sulbar, Miranti Adang, dan jajarannya fokus pada pangan olahan kebutuhan medis sebagai salah satu upaya untuk menekan angka stunting. Pemberian pangan olahan kebutuhan medis khusus menjadi prioritas Bhayangkari Sulbar sebagai solusi yang efektif dalam penanganan stunting.
“Tanpa pangan olahan kebutuhan medis khusus, mustahil 1000 hari pertama anak dapat diselamatkan dari bencana stunting,” ujar Miranti Adang.
Dengan kolaborasi yang kuat antara Polda Sulbar, Bhayangkari, dan pemerintah daerah, Sulawesi Barat terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anaknya dengan menekan angka stunting dan memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di daerah tersebut.
(*)






