Mamuju, Katinting.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat lonjakan signifikan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada triwulan pertama 2025.
Ahmad, Ketua Baznas Sulbar, mengungkapkan bahwa peningkatan ini tak lepas dari kepercayaan masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, ada peningkatan pesat dibandingkan triwulan I 2024. Ini berkat sinergi kuat dengan pemda dan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Disampaikan kepada Katinting.com, penghimpunan ZIS-DSKL Baznas Provinsi dan Kabupaten Se-Sulbar Per Maret 2025 (triwulan 1), total On Balance Sheet Rp5,69 miliar, Off Balance Sheet Rp15,6 miliar sedangkan di triwulan 1 tahun 2024 tercatat On Balance Sheet Rp2,7 miliar, Off Balance Sheet Rp14,3 miliar
Berikut ini rinciannya, rekap penghimpunan ZIS-DSKL On dan Off Balance Sheet sampai dengan Maret 2025 BAZNAS se-Sulawesi Barat:
- BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat: On Balance Sheet Rp.326.392.663 – Off Balance Sheet Rp.348.376.620.
- BAZNAS KabupatenPasangkayu: On Balance Sheet Rp.142.869.970 – Off Balance Sheet Rp.502.744.330.
- BAZNAS Kabupaten Mamuju: On Balance Sheet Rp.763.667.210 – Off Balance Sheet Rp.536.023.514.
- BAZNAS Kabupaten Mamasa: On Balance Sheet: Rp.11.206.000 – Off Balance Sheet: Rp.271.346.000.
- BAZNAS Kabupaten Polewali Mandar: On Balance Sheet Rp.653.494.716 – Off Balance Sheet Rp.5. 597.246.250.
- BAZNAS Kabupaten Majene: On Balance Sheet Rp.323.380.210 – Off Balance Sheet: Rp.4.035.801.500.
- BAZNAS Kabupaten Mamuju Tengah: On Balance Sheet Rp. 3.476.561.565 – Off Balance Sheet Rp. 4.320.950.000.
Total Pengumpulan On Balance Sheet Rp.5.697.572.439 dan Off Balance Sheet Rp.15.612.488.214.
Sambung kata Ahmad, dengan tren positif ini, Baznas Sulbar optimis dapat terus meningkatkan kontribusi zakat untuk kesejahteraan masyarakat yang sejalan dengan visi misi Pemprov Sulawesi Barat.
Lanjut dijelaskan, Kabupaten Mamuju Tengah menjadi penyumbang terbesar berkat dukungan penuh dari pemerintah setempat dalam optimalisasi zakat. “Kebijakan Pemda Mamuju Tengah sangat mendorong peningkatan penghimpunan zakat, sehingga kontribusinya sangat signifikan,” jelasnya.
Ahmad berharap pemerintah provinsi dapat menerapkan kebijakan sistem payrol atau pemotongan langsung melalui rekening tabungan ASN guna mempermudah pembayaran ZIS. “Dengan sistem Payrol ini akan lebih mudah berzakat, dan pastinya akuntabel. Sehingga penyalurannya juga akan lebih efektif, mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar yang sejalan visi Baznas diantaranya pengentasan kemiskinan dan mendukung UMKM ,” ujar Ahmad.
Dia juga menegaskan, komitmen Baznas Sulbar mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrim dan pemberdayaan UMKM yang sejalan dengan visi kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK-JSM).
“Kami siap membantu dan berkolaborasi dengan Pemprov Sulbar, khususnya dalam program-program SDK-JSM yang sejalan dengan visi Baznas dalam menangani kemiskinan ekstrim dan pemberdayaan UMKM seribu setiap tahun,” tegas Ahmad.
(Anhar)






