Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui BKPSDM memastikan bahwa transformasi birokrasi tidak lagi sekadar rencana, tetapi sudah berjalan nyata di berbagai lini pelayanan publik. Upaya penyederhanaan jalur administrasi, digitalisasi sistem kepegawaian, dan penguatan jabatan fungsional kini mulai dirasakan manfaatnya dalam percepatan layanan masyarakat.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menyebut bahwa langkah pembaruan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakhrullah, yang mendorong ASN agar meninggalkan pola kerja kaku dan hierarkis.
“Transformasi birokrasi bukan lagi konsep. Di Bontang, sistem pelayanan sudah lebih cepat, jalur koordinasi lebih ringkas, dan banyak layanan berbasis digital mulai diterapkan,” jelasnya, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, penerapan struktur jabatan fungsional memudahkan proses pengambilan keputusan sekaligus mendorong ASN lebih fokus pada capaian kinerja dan inovasi, bukan semata menjalankan rutinitas administrasi.
“ASN kini bekerja dengan orientasi hasil. Bukan hanya hadir, tapi menghasilkan output nyata sesuai keahlian masing-masing,” tegasnya.
BKPSDM juga terus melakukan pemantauan kualitas layanan publik melalui evaluasi kinerja dan peningkatan kapasitas teknis ASN, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi.
“Pelatihan digital, penguatan kompetensi fungsional, dan integrasi sistem presensi hingga pelayanan kepegawaian berbasis aplikasi sudah berlangsung. Ini membuat birokrasi lebih responsif dan adaptif,” lanjutnya.
Sudi menegaskan bahwa transformasi birokrasi bukan hanya untuk menyesuaikan tuntutan zaman, tetapi juga untuk memastikan masyarakat menerima layanan yang cepat, mudah, dan efisien.
“Yang ingin kita bangun adalah birokrasi yang terasa manfaatnya. Masyarakat harus merasakan perubahan itu di meja layanan, bukan hanya di atas kertas,” pungkasnya. (Re)






