Mamuju, Katinting.com – Di bawah langit kelabu yang menyelimuti muara Sungai Beru-beru, Tim Satuan Terpadu Pemprov Sulbar menginjakkan kaki di lokasi penambangan pasir, Rabu (28/05).
Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari komitmen Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Mayjen (Purn) Salim S. Mengga untuk mengevaluasi izin tambang di Sulawesi Barat.
Dengan cermat, tim yang dipimpin Amujib itu mengumpulkan serpihan fakta, mendengar keluh kesah warga, dan mencatat setiap data yang tersaji.
“Kami terus melengkapi informasi agar analisis kami utuh dan komprehensif,” ujar Amujib, sembari menegaskan bahwa tim akan menimbang segala persoalan secara objektif.
Di balik debu pasir yang beterbangan, harapan warga mengkristal. Zulkarnain, Korlap aksi penolakan tambang dari Pemuda Kalukku Barat, menyambut hangat kedatangan tim evaluasi.
“Kami bersyukur mereka datang langsung. Semoga kerja mereka jujur, tidak berpihak pada pemilik tambang atau kepentingan tertentu,” tuturnya, lirih namun penuh keyakinan.
Bukti-bukti pun diserahkan. Mulai dari dokumen pemalsuan tanda tangan hingga catatan penolakan warga yang selama ini terabaikan. Kini, bola ada di tangan tim evaluasi.
Akankah kebijakan yang lahir nanti menjadi jawaban atas jeritan warga, atau justru mengubur suara mereka dalam gemuruh mesin tambang. (*/Fhatur Anjasmara)






