Mamuju, Katinting.con– Upaya UPTD pemeliharaan jalan dan jembatan untuk penanganan longsor di tiga desa terisolir, yakni Desa Siraun, Lasa, dan Salumakki, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, terkendala oleh kondisi jembatan kayu yang tidak layak dilalui alat berat.
Alat berat saat ini berada di Desa Karataun tidak dapat melintas ke desa-desa terisolir akibat keterbatasan infrastruktur.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Barat, M. Afandi Fahrizal, menyampaikan bahwa situasi ini menghambat proses penanganan longsor.
“Kami ingin melakukan pekerjaan secara maksimal, namun kondisi jembatan kayu yang ada saat ini tidak memungkinkan alat berat untuk melintas,” ungkapnya.
Sebagai langkah sementara, pihaknya mengusulkan solusi gotong royong bersama warga setempat untuk membangun jembatan kayu yang lebih kokoh.
Afandi meminta kerja sama pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung kelancaran proses pembersihan material longsor tersebut.
“Kami memohon kepada kepala desa dan warga setempat agar bisa bergotong royong memperbaiki jembatan ini. Dukungan masyarakat sangat kami harapkan karena tanpa itu, kami sulit untuk berbuat banyak,” tegas Afandi.
(*/Zulkifli)






