Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sutinah Suhardi dan Perjuangan Tak Kenal Lelah untuk Kembalikan Kejayaan Masjid Suada Mamuju Kini Menjadi Landmark Baru

Masjid Suada Mamuju. (Ist.net)

Mamuju, Katinting.com – Masjid Raya Suada, menjadi landmark baru Mamuju dengan megah berdiri kokoh pasca roboh akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 SR pada 2021 silam, akhirnya resmi diserahkan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Barat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju. Jumat (7/3).

Penyerahan ini menandai selesainya proses rekonstruksi masjid berkapasitas 2.500 jamaah tersebut.

Momen penyerahan yang berlangsung di lantai dasar Gedung Serba Guna Masjid Raya Suada ini semakin istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahun ke-41 Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si.

Semakin istimewa acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, Wakil Ketua DPRD Sulbar Dr. Hj. St. Suraidah Suhardi, dan undangan lainnya. Dimomentum ini Kepala BPPW Sulbar, Evry Biaktama Meliala, ST., M.SE., MA, yang secara simbolis menyerahkan masjid kepada Bupati Sutinah Suhardi.

Dalam sambutannya, Sutinah Suhardi mengisahkan perjuangannya dalam memperjuangkan rekonstruksi Masjid Raya Suada. Pasca gempa 2021, ia langsung turun ke lapangan untuk mengecek kerusakan bangunan. Saat itu, Masjid Suada termasuk bangunan yang paling parah rusak, namun tidak masuk dalam daftar rehabilitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saya langsung terbang ke Jakarta untuk menemui pemangku kebijakan di Kementerian PUPR. Kebetulan, Ibu Dirjen Ciptakarya (sekarang Wamen PUPR), Diana Kusumastuti, sedang berada di Mamuju untuk peninjauan. Saya sekali lagi memohon agar Masjid Suada dimasukkan dalam daftar rehab. Prosesnya alot karena anggarannya hampir Rp100 miliar. Namun, mungkin karena faktor psikologis sebagai sesama perempuan, akhirnya saya diminta melengkapi dokumen, dan masjid ini pun masuk dalam list,” kenang Sutinah.

Bupati Sutinah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPPW Sulbar yang tidak hanya menyelesaikan rekonstruksi masjid, tetapi juga memberikan keleluasaan kepada Pemkab Mamuju untuk mendesain sendiri model dan warna masjid. Sutinah memilih warna putih sebagai simbol kesucian hati.

Meski masjid telah rampung dibangun, Sutinah memanfaatkan momen tersebut untuk memohon bantuan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam pembangunan pagar masjid yang representatif. Gubernur pun menyambut baik permintaan tersebut dan berjanji akan membantu menyelesaikan pembangunan pagar.

“Masjid Raya Suada memiliki nilai historis yang sangat dalam bagi masyarakat Mamuju. Saya berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan yang bermanfaat bagi semua warga,” ujar Sutinah.

Acara penyerahan ditutup dengan pembagian paket Ramadan kepada masyarakat dan tausiyah oleh KH. Ilham Saleh, atau yang lebih dikenal sebagai Annangguru Saleh, yang membahas keutamaan bulan suci Ramadan.

Salah seorang penerima paket, Salma, warga Batu Pannu, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya. “Selamat ulang tahun, Ibu Bupati Mamuju. Semoga selalu sehat dan panjang umur,” ucapnya dengan senyum.

Dengan selesainya rekonstruksi Masjid Raya Suada, masyarakat Mamuju kini memiliki kembali ikon kebanggaan yang siap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali daerah pascabencana. (Hms/Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat