Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sulbar Genjot Vokasi untuk Perangi Kemiskinan di Tengah Lapangan Kerja Informal

Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Koordinasi Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, Selasa (23/9). Langkah ini merupakan turunan dari Misi Panca Daya Kelima Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam mewujudkan visi “Sulbar Maju dan Sejahtera”.

Baca juga; Pemprov Sulbar Matangkan Penyusunan RAD SDGs 2025–2029, Bapperida Jadi Koordinator Utama

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Sulbar, Andi Almah Aliuddin, mengusung agenda mendesak: menyusun strategi daerah (strada) yang konkret. Almah, yang mewakili Kepala Bapperida Junda Maulana, langsung menyodorkan data kritis yang menjadi alasan fundamental revitalisasi ini.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulbar memang tercatat rendah, 3,17%, di bawah rata-rata nasional 4,76%. Namun, tingkat kemiskinan kita justru masih di atas angka nasional,” papar Almah dalam sambutannya. “Fakta ini mengindikasikan mayoritas angkatan kerja kita terserap di sektor informal dengan pendapatan rendah. Revitalisasi vokasi adalah strategi untuk menjawab tantangan ini.”

Analisis tersebut memperlihatkan paradoks pembangunan Sulbar: rendahnya pengangguran tidak serta merta berkorelasi dengan kesejahteraan. Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Hajrul Malik, yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada penguatan peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi.

Dukungan kebijakan tingkat nasional juga disampaikan secara virtual oleh Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan Industri Kemenko PMK, Katiman Kartowinomo. Ia menegaskan pentingnya sinergi vertikal antara pusat dan daerah agar program revitalisasi selaras dengan kebutuhan industri nasional.

Harapan besar diletakkan pada program ini untuk menjembatani kesenjangan antara dunia industri dan kompetensi tenaga kerja lokal. “Targetnya adalah melahirkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing, yang pada akhirnya menjadi solusi strategis menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas SDM,” jelas Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, dalam pesannya. Untuk itu, sinergi segitiga antara pemerintah, dunia usaha/industri (DUDI), dan perguruan tinggi dinilai mutlak.

Komitmen melibatkan pelaku usaha ditandai dengan Keppres Gubernur Nomor 988 Tahun 2024, yang mengikutsertakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Kelapa Sawit, nelayan, peternak, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam keanggotaan tim koordinasi.

Sebagai tindak lanjut, Tim Koordinasi Revitalisasi Vokasi yang telah dibentuk sejak 2024 akan segera menggelar pertemuan lanjutan. Hasil akhirnya diharapkan menjadi dokumen strada yang tidak hanya matang, tetapi juga dapat diintegrasikan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah. Integrasi ini crucial untuk memastikan keberlanjutan program melampaui periode politik tertentu, sehingga transformasi SDM Sulbar benar-benar terwujud. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat