Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah dari berbagai sektor secara simultan. Dalam dua hari terakhir, setidaknya tiga capaian dan terobosan penting diumumkan, mulai dari kesehatan, tata kelola air tanah, hingga optimalisasi investasi pertambangan.
Pertama, Sulbar meraih pengakuan nasional setelah Gubernur Suhardi Duka secara resmi menerima Sertifikat Eradikasi Frambusia untuk Kabupaten Polewali Mandar dan Pasangkayu dari Kementerian Kesehatan RI. Penyerahan sertifikat oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono tersebut berlangsung dalam audiensi di Jakarta, Jumat (26/09).
Frambusia adalah penyakit kulit menular yang termasuk dalam kategori Neglected Tropical Diseases (NTDs) atau penyakit tropis terabaikan. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, yang mendampingi Gubernur, menegaskan bahwa sertifikat ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Sertifikat ini bukan hanya prestasi Polewali Mandar dan Pasangkayu, tetapi juga motivasi bagi kabupaten lain di Sulbar untuk terus bergerak menuju eradikasi Frambusia,” ujar Nursyamsi. Capaian ini, menurutnya, sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mewujudkan Sulbar yang sehat dan bebas penyakit menular.
Kedua, di sektor sumber daya alam, Dinas ESDM Sulbar mendorong terwujudnya tata kelola air tanah yang lebih baik melalui inisiatif “Sinergi Jaringan Informasi Air Tanah, Maju, Andal, dan Berkesinambungan” atau SI JARI MANIS. Program yang kini memasuki tahap pembentukan tim terpadu ini difokuskan di dua kabupaten, Mamuju dan Polewali Mandar, yang dinilai sebagai titik strategis.
Baca juga; ESDM Sulbar Tegaskan Kewajiban IUPTLS bagi Pelaku Usaha: Tak Boleh Abai Keselamatan
Kepala Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Sulbar, Wisnu Hasta Praja, menjelaskan bahwa tim ini melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan pemerintah kecamatan setempat. “Keterlibatan aparatur, khususnya Bapenda yang memiliki data wajib pajak air tanah, sangat penting,” jelas Wisnu usai rapat evaluasi, Jumat (26/09).
Ia mengaku seluruh perangkat daerah merespons positif. Komitmen bersama ini sejalan dengan misi Panca Daya Pemimpin Sulbar untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.
Ketiga, potensi pertambangan Sulbar digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi masa depan. Dalam Dialog Publik “Iklim Investasi Pertambangan dalam Perspektif Pembangunan di Sulbar” yang digelar Asosiasi Mahasiswa Sulbar, Kamis (25/9/2025), Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Sulbar, Ilham, menegaskan pentingnya investasi di sektor ini.
“Sulbar memiliki potensi yang sangat beragam, seperti emas, tembaga, mangan, hingga logam tanah jarang. Jika dikelola dengan baik, ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” papar Ilham di Hotel Aflah, Mamuju. Ia juga menyoroti peran strategis mineral bukan logam dan batuan, khususnya pasir, sebagai bahan baku pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Dialog yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan memperkuat sinergi untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan tiga perkembangan terbaru ini, Pemerintah Provinsi Sulbar menunjukkan langkah konkretnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperbaiki tata kelola sumber daya alam, dan membuka lapangan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. (*/Fhatur Anjasmara)






