Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Soal Mamuju Mapaccing, Rektor Unika Sebut Pemkab Telah Berhasil Membuat Konsep

Rektor Unika Mamuju, saat menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Publik yang digelar menyambut Hari Lahir HMI ke-72 tahun. (Foto : Ist)

Mamuju, Katinting.com – Menanggapi program Mamuju Mapaccing, Rektor Universitas Tomakaka (Unika), Mamuju Sahril S.Pd.,M.Pd sebut pemerintah kabupaten (Pemkab) Mamuju telah berhasil membuat konsep.

Hal tersebut disampaikan langsung saat menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Publik yang digelar menyambut Hari Lahir HMI ke-72 tahun, di Rujab Wakil Bupati Mamuju, jl. Jend. Ahmad Kirang, Selasa (5/2), malam.

Menurutnya, Mamuju Mapaccing ini sudah berhasil. Paling tidak sudah bisa mengubah cara berfikir masyarakat, dan masyarakt sudah mulai memikirkan dan memperbincangkan apa itu Mamuju Mapaccing.

“Walau pun tidakk dapat kita pungkiri bahwa masih banyak sampah berserakan, termasuk dekat rumah saya yang kadang 3 hari belum diangkat. Tapi yang pastii bahwa teorinya Mamuju ini sudah disebut sebagai sebuah ikon Mamuju Mapaccing,” ungkap Sahril.

Rektor Universitas Tomakaka yang juga mantan aktifis HMI ini juga menyampaikan bahwa, Kampus adalah salah satu penyumbang perputaran ekonomi yang besar, ribuan mahasiswa disemua kampus hidup dan tinggal di Mamuju.

Hal ini dapat kita lihat pada saat hari raya, 1 hari sebelum hari raya, Mamuju akan sepi, ini menunjukkan banyak yang pendatang di Mamuju. Artnya bahwa, ketika yang masuk banyak, maka ini juga akan menyumbang jumlah sampah yang ada di Mamuju.

“Nah, untuk menyelesaikan masalah ini, pemerintah juga harus dengan cepat mengatasi dengan cara menambah armada pengangkut sampah. Disis lain, pemerintah juga harus terus melakukan penyadaran terhadap masyarakat agar persoalan sampah ini bukan hanya jadi beban pemerintah tapi juga seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Mamuju,” ucap Sahril.

Kita coba tawarkan kepada pemerintah bahwa dalam 1 kali seminggu atau 1 kali sebulan, seluruh masyarakat baik ditingkan RT hingga kecamatan turun bersama-sama melakukan bersih-bersih sampah. Jadikan ini menjadi kebiasaan yang nantinya akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Mamuju dan Sulbar saat ini sedang berbenah, berhasil atau gagalnya sebuah pembangunan tentu menjadi tanggungjawab kita bersama, dan kita punya tanggungjawab yang sama untuk itu,” demikian harap Sahril.

(Rahmat)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat