Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

RSUD Sulbar Gelar Ronde Keperawatan Inovatif untuk Atasi Kekambuhan Bronchopneumonia pada Anak

Mamuju, Katinting.com — Dalam upaya konkret meningkatkan kualitas pelayanan berbasis bukti, RSUD Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Ronde Keperawatan yang berfokus pada studi kasus penanganan Bronchopneumonia Berulang pada Anak. Kegiatan ilmiah yang digelar di Ruang Malaqbi 3 pada Kamis (27/11) ini menandai pendekatan kolaboratif dan holistik dalam tata laksana pasien kompleks.

BACA JUGA: RSUD Sulbar Gelar Edukasi Deteksi Dini PPOK, Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Paru

Forum ini diinisiasi oleh Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian Mutu Keperawatan (PPMK) bersama Perawat Unit Perawatan Anak Ruang Malaqbi 3, dengan melibatkan Tim Fisioterapi untuk pendekatan yang komprehensif. Kegiatan mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan, Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, Sp.PD dan Sunarti, S.Kep, Ns, M.Kep selaku penanggung jawab program Pengembangan Kompetensi Tenaga Keperawatan.

Dipimpin oleh Muhammad Ichsan selaku Penanggung Jawab Ruangan, kegiatan ini dirancang dalam tiga tahap sistematis:

  1. Pra Ronde: Tahap persiapan intensif yang meliputi tinjauan komprehensif data pasien dan penyiapan alat serta protokol berbasis bukti ilmiah terbaru.
  2. Pelaksanaan Ronde: Diskusi holistik yang tidak hanya membahas diagnosis dan intervensi medis, tetapi juga mengoptimalkan manajemen jalan napas dengan intervensi fisioterapi dada. Forum ini juga menghasilkan penambahan diagnosis keperawatan kritis terkait manajemen kesehatan di rumah, mengidentifikasi faktor di luar rumah sakit yang berpengaruh besar.
  3. Pasca Ronde: Tim menyimpulkan bahwa akar masalah kekambuhan sering terletak pada manajemen kesehatan di rumah yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi berkelanjutan dan personalisasi untuk keluarga, mencakup pencegahan, pengenalan gejala dini, serta tata laktika perawatan mandiri yang benar.

“Ronde keperawatan seperti ini adalah jantung dari pembelajaran klinis. Ini bukan tentang mencari kesalahan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif, mengasah naluri klinis, dan menemukan solusi terintegrasi untuk hasil yang lebih baik bagi pasien dan keluarganya,” ujar Sunarti, S.Kep, Ns, M.Kep.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen RSUD Sulbar mendukung program Sulbar Sehat Gubernur Suhardi Duka dan Salim S Mengga, khususnya berkaitana dengan menerapkan asuhan keperawatan holistik dan berbasis bukti (evidence-based nursing), yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan, bahkan setelah pulang dari rumah sakit. (*/Anhar)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat