Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

RSUD Sulbar Gelar Edukasi Deteksi Dini PPOK, Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Paru

Mamuju, Katinting.com — Memperingati Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Sedunia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggelar kegiatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Acara yang bertajuk “Deteksi Dini PPOK: Selamatkan Paru, Selamatkan Hidup!” ini diselenggarakan di Ruang Tunggu Pendaftaran RSUD Sulbar pada Senin (24/11), bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit pernapasan kronis ini.

BACA JUGA: Wakil Gubernur Sulbar Jenguk Pasien Gempa di RSUD Sulbar: Sebuah Kemitraan Nyata untuk Kesehatan yang Berkeadilan

Kegiatan ini menghadirkan pakar langsung, dr. Dewi Kartikaningsih, Sp.P, Dokter Spesialis Paru RSUD Sulbar, yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai PPOK. Dokter Dewi memaparkan bahwa Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah kondisi kerusakan paru permanen yang menyebabkan penyempitan saluran napas, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas yang progresif.

“PPOK sering kali terlambat disadari karena gejalanya dianggap batuk biasa. Tiga gejala kunci yang harus diwaspadai adalah batuk kronis yang tak kunjung sembuh, sesak napas terutama saat beraktivitas, dan produksi dahak yang berlebih. Faktor risiko utama adalah paparan asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif, serta polusi udara dan polusi di tempat kerja,” jelas dr. Dewi Kartikaningsih, Sp.P, dalam pemaparannya.

Acara yang diikuti oleh pengunjung dan pasien ini menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan. Dokter Dewi menegaskan bahwa meski kerusakan paru akibat PPOK tidak dapat disembuhkan total, perkembangan penyakit dapat diperlambat dan kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup.

RSUD Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil langkah proaktif:

  1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok.
  2. Minimalkan paparan polusi udara dan debu.
  3. Lakukan pemeriksaan kesehatan paru secara rutin, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.
  4. Segera konsultasi ke dokter jika mengalami gejala yang mengarah pada PPOK.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RSUD Sulbar tidak hanya dalam aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, untuk menciptakan masyarakat Sulawesi Barat yang lebih sehat dan produktif sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wagub Salim S Mengga. (*/Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat