Pasangkayu, Katinting.com — Bertempat di ruang Komisi II DPRD Kabupaten Pasangkayu, digelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Permasalahan Agraria, Ersad. Rapat ini membahas aspirasi masyarakat terkait dugaan pengelolaan kawasan hutan lindung oleh PT Pasangkayu pada Senin, 7 Juli 2025.
Rapat turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Pasangkayu, termasuk Arham Bustaman dan Edy. RDPU ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Pasangkayu dalam merespons aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan agraria dan kehutanan yang semakin kompleks.
Selain itu, RDPU juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Polres Pasangkayu, Asisten I Setda Pasangkayu, Kantor BPN/ATR Kabupaten Pasangkayu, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Manifas Zubayr, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pasangkayu, Corporate Development and Management Affairs (CDMA) PT Astra Agro Lestari Agung Senoaji, serta perwakilan masyarakat Desa Ako.
Dalam penyampaiannya, Umar selaku perwakilan masyarakat Ako mendesak agar semua pihak turun ke lapangan untuk memverifikasi kondisi faktual. Ia menegaskan adanya indikasi kuat bahwa PT Pasangkayu mengelola perkebunan di area kawasan hutan lindung.
“Kami meminta semua pihak turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenarannya. Jangan hanya mengandalkan laporan di atas meja,” tegas Umar.
Sementara itu, Manifas Zubayr, Kepala BPKH Wilayah VII, menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji persoalan ini lebih mendalam.
“Saya baru menjabat di wilayah ini, sehingga kami memerlukan waktu untuk mempelajari data dan informasi sebelum mengambil langkah,” jelasnya.
Dari sisi perusahaan, Agung Senoaji selaku CDMA PT Astra Agro Lestari (induk PT Pasangkayu) menyatakan bahwa keberadaan perusahaan di kawasan hutan baru diketahui setelah pemeriksaan lapangan.
“Tidak hanya perusahaan, masyarakat juga tinggal dan beraktivitas di kawasan ini. Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama mencari solusi terbaik agar masalah ini tidak berlarut-larut,” ujar Agung. (*/Udi)






