Makassar, Katinting.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah melaksanakan rapat koordinasi pengawasan daerah dengan tujuan membangun sinergi antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Pengawasan Harian (APH) dalam mengawasi stabilitas dan harmonisasi penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2024.
Rapat koordinasi pengawasan ini berlangsung dari tanggal 24 hingga 25 Oktober 2023.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Muhammad Idris, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan wadah koordinasi pengawasan daerah dan merupakan suatu keberuntungan bisa berkumpul bersama berbagai komponen yang terlibat.
“Jadi APH, APIP, bahkan teman-teman di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov dan Pemkab diharapkan dapat meningkatkan fungsi pengawasan dari hari ke hari,” kata Idris pada Selasa, 24 Oktober 2023.
Selama rapat koordinasi, juga dibahas tentang bagaimana pengawasan harus fokus pada peringatan dini. Ini juga mencakup elemen-elemen pencegahan sehingga pengawasan tidak hanya bertindak setelah terjadi masalah, tetapi juga mampu memberikan peringatan sebelumnya.
“Dengan demikian, pengawasan tidak hanya terbatas pada penegakan hukum atau tindakan penindakan. Bahkan jika masalah sudah mencapai tahap itu, ini tetap menjadi bagian dari fungsi pengawasan,” tambahnya.
Selain itu, dalam rapat koordinasi juga dibahas tentang bagaimana koordinasi antara APH dan APIP dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Forum ini sangat membantu dan saya berharap bahwa proses pengawasan daerah akan menjadi lebih baik di masa mendatang,” ungkap Idris.
Kepala Inspektorat Sulbar, Muhammad Natsir, menyatakan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan pengawasan daerah telah mencapai targetnya.
“Kami ingin memahami apa yang telah dilakukan dengan baik dan di mana perbaikan perlu dilakukan. Dengan demikian, pengawasan di masa mendatang akan semakin efektif,” ujarnya.
Selain itu, pengawasan daerah akan lebih berfokus pada upaya pencegahan guna mengatasi kekurangan dan permasalahan yang ada pada tahun 2023.
“Kami ingin dapat mengantisipasi masalah di tahun 2024 sehingga setiap program tahun mendatang dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya. (ADV)






