Mamuju, Katinting.com – Di tengah upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat mikro, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkenalkan program “Kita Jaga Usaha” (KJU) untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha ultra mikro di seluruh Indonesia.
Ahmad, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mengatakan, program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan Baznas pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 5.000.000.000,- untuk didistribusikan kepada 10.000 pelaku usaha ultra mikro.
“KJU merupakan inisiatif yang akan dilaksanakan oleh Divisi Bank Zakat Mikro. Tujuannya adalah memberikan bantuan sosial kepada para pelaku usaha ultra mikro agar mereka dapat meningkatkan usaha mereka,” kata Ahmad.
BACA JUGA: Syarat dan Ketentuan Program “Kita Jaga Usaha” Tahun Anggaran 2023
Program ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan lembaga-lembaga lokal yang memiliki kedekatan langsung dengan para pelaku usaha tersebut. Beberapa di antaranya termasuk BAZNAS Daerah, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta organisasi sosial kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Lanjut kata Ahmad, salah satu aspek penting dari program ini adalah adanya bantuan khusus untuk wilayah Sulawesi Barat. Di sana, sebanyak 200 usaha akan menerima bantuan sebesar Rp. 500.000 untuk setiap pelaku usaha yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
“Dalam kolaborasi ini, lembaga lokal akan menjadi saluran yang siap memfasilitasi proses permohonan, pengumpulan data, hingga penyaluran bantuan kepada mustahik,” ungkap Ahmad.
Bantuan ini akan disalurkan melalui rekening perbankan yang disampaikan oleh masing-masing pemohon. Namun, untuk mustahik yang tidak memiliki rekening atau mengalami kesulitan dalam pembukaan rekening, akan ada ketentuan khusus yang akan dijelaskan lebih lanjut, atau langsung ke Kantor BAZNAS Sulbar untuk mendapatkena keterangan lebih lanjut.
Program “Kita Jaga Usaha” (KJU) diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha ultra mikro di Indonesia dan menjadi salah satu langkah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, harap Ahmad.
(*/Anhar)






