
Mateng, Katinting.com – Saat ini, sejumlah guru, sukarela yang terdaftar dalam Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamuju Tengah, dan mengabdi disejumlah sekolah yang ada di Mamuju Tengah, mulai gamang, karena harapan segera dapat mengikuti seleksi Guru lewat Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPK), belum juga mendapatkan informasi kepastian kapan rekruitmen seleksi dilaksanakan.
Kegamangan ini, dipicu oleh, beberapa orang diantara mereka, kuwatir dengan posisi usia mereka, dimana jangan sampai keterlambatan proses seleksi PPPK ini, justru menimbulkan kerugian bagi mereka, karena jangan sampai saat seleksi dilaksanakan, usia mereka sudah terbilang tak memenuhi syarat ikut seleksi.
“Kan rata rata usia rekruitmen itu, paling rendah 35 tahun, nah kalau kemudian seperti saya ini, sebentar lagi tiba diusia itu, jangan sampai pendaftaran baru buka saat tanggal masa usia saya sudah lewat, kan saya yang dirugikan, kalau pendaftarannya terlambat atau mulur terus” keluh salah seorang guru sukarela, yang minta namanya tidak ditulis.
Masih lanjut guru diatas, dari informasi yang beredar pada tahun 2020 lalu, bahwa proses rekruitmen paling lambat dilakukan awal Maret hingga April 2021, namun hingga saat ini kepastian pelaksanaan rekruitmen ini makin bikin gamang bagi para guru tenaga sukarela di Mamuju Tengah.
“Sebab yang salah satu membuat kami kuawatir disoal usia ini, sebab kalau sudah lewat usia kami baru turun masa rekruitmen tentu kami yang menaruh harapan perbaikan nasib pada PPPK ini akan merasa kecewa” urai sumber laman ini.
Terpisah, Sekertaris BKD Mamuju Tengah, Nursina Achir Parapansi, menyampaikan bahwa saat ini, pihaknya juga masih menunggu informasi lanjutan dari Kemendikbud dan KASN terkait tindak lanjut dari rencana penerimaan ribuan tenaga pengajar lewat jalur PPPK.
“Yang pasti sampai saat ini, koordinasi kami, ya masih menunggu, kapan dibukanya, karena nanti pendaftarannya tetap via online, semua berkas juga di upload fotonya, ke basis data pendaftaran PPPK tenaga pengajar, tapi kalau kami ditanya, kapan pastinya dimulai, tentu kita sama sama menunggu” jelas Nursina.
Kerenanya, Ia hanya berharap dalam penantian para calon peserta seleksi PPPK jalur guru ini, kiranya, memastikan para calon peserta ini, benar benar terdaftar di Dapodik Kemendikbud dan mengantongi nomor NUPTK, serta berijasah Srata 1 (S1).
“Kalau ini tidak mereka penuhi, maka tentu, sulit bagi mereka, untuk ikut seleksi PPPK nantinya” pungkas Nursina.
(Fhatur Anjasmara)






