Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Perayaan Natal Ditengah Pandemi di Mamuju

Suasana ibadah Natal ditengah Pandemi Covid-19. (Dok. Syarifuddin)

Mamuju, Katinting.com – Guna menghindari penyebaran Covid-19, perayaan Natal di Kabupaten Mamuju Sulbar, digelar secara virtual, Jumat (25/12) pagi.

Salah satu gereja yang menggelar puncak hari Natal secara virtua di Kabupaten Mamuju yakni Gereja Toraja di Jalan Tengku Cik Ditiro Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Ibadah perayaan Natal di gereja ini hanya dihadiri sekitar 15 orang jemaah sehingga nampak banyak kursi kosong. Sementara yang nampak dalam bergereja hanya beberapa tim operator yang melaksanakan siaran langsung via virtual. Dan beberapa jamaah yang membantu kegiatan tersebut .

Tahun ini, 1000 jamaah Gereja Toraja Mamuju, diwajibkan untuk melakukan ibadah di rumahnya masih masing demi menghindari peyebaran virus Corona.

Pendeta Gereja Toraja Mamuju, Pendeta Elia P Buntugajang, mengatakan, Natal tahun ini sangat terasa berbeda, karena sejumlah kegiatan ditiadakan, namun tidak mengurangi makna Natal sesungguhnya.

“Kita percaya Natal ini akan selalu membawa damai dan suka cita,” ucap Pendeta Elia P Buntugajang.

Ia mengatakan, pihak Gereja Toraja Mamuju, sangat prihatin dengan kondisi dunia saat ini dan akan terus membantu Pemerintah dalam mencegah penyebaran covid 19, dengan cara tidak akan membuka kegiatan ibadah di Gereja tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kami selalu seruhkan mari mementingkan kesehatan dari pada kematian setiap kali kita melakukan ibadah,” tuturnya.

Pendeta Elia P Buntugajang, menghimbau kepada jemaahnya, agar tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti menjaga jarak , menggunakan masker dan tidak berkerumun .

“Sekali lagi kita harus prihatin atas kondisi saat ini, kita harus membantu pemerintah, kepolisian dan kesehatan dalam nekan angka postif covid di Mamuju,” tegas Elia P Buntugajang.

Sementara itu ditempat yang berbeda, puluhan anggota Kepolisian Polda Sulbar, membawa senjata laras panjang mengamankan berlangsungnya pelaksanaan ibadah natal di Gereja Santa Maria Mamuju yang berada di Jalan Bau Massepe Kelurahan Binanga. Selain itu, nampak juga sejumlah anggota TNI dari kodim 1418 mamuju ikut melakukan penjagaan.

Gereja ini menjadi fokus pengamanan aparat kspolisian karena teletak ditengah kota. Hal tersebut dilakukan guna memantau tidak adanya kerumunan dalam proses perayaan Natal yang bisa menjadi klaster baru ditengah pandemi covid 19.

Pelaksanaan ibadah natal digereja ini dilakukan secara tatap muka serta virtual, namun dari 600 orang jamaah hanya 150 orang yang menghadiri ibadah Natal karena dilakukan pembatasan guna mematuhi penerapan protokol kesehatan. Salah satu yang tidak diwajibkan datang digereja adalah jamaah yang berusia anak anak, balita, serta jamaah yang berusia 60 tahun lebih.

Selama pelaksaan ibadah, jamaah diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak, serta tidak bersalaman antar jamaah.

Viktor Wiro Tatinggi, Pastor Gereja Katolik Paroki Santa Maria, mengatakan pihaknya tahun ini meniadakan sejumlah kegiatan dalam periayaan Natal. Salah satunya pesta makan usai perayaan Natal.

“Biasanya kami usai ibadah melaksanakan makan bersama, namun tahun ini kami tiadakan, namun agar persaudaraan selalu terjalin, kami minta kepada seluruh jamaah agar berfoto bersama saat santap makan di rumah masing masing kemudian dikirim melalui grup WhatsApp,” kata Viktor Wiro Tatinggi.

Ia meminta kepada seluruh ummat Nasrani agar tidak mengukur Natal dari prosesnya seperti berkumpul untuk pesta bersama. Akan tetapi makna sesungguhnya Natal adala bisa ikut prihatin dengan kondisi saat ini.

“Inti Natal yakni kita mensyukuri Tuhan lahir kedunia untuk menebus kita, mau pandemi mau tidak pandemi, suka cita Natal kita tetap rasakan,” ucap Viktor Wiro Tatinggi.

Viktor Wiro Tatinggi, menghimbau agar seluruh masyarakat tetap mematuhi aturan protocol kesehatan covid 19 seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan sering sering mencuci tangan, aga pandemi segera bisa dilalui.

Eka, salah seorang umat kristiani yang merayakan natal tahun ini mengatakan Semoga iman umat kristiani kepada Tuhan tidak berkurang dalam menyambut hari Natal, namun lebih meningkat meskipun ditengah pandemi Covid-19.

“Melalui perayaan Natal, mari kita lebih meningkatkan keimanan kita kepada Tuhan,” ucap Eka.

Meskipun acara syukuran dan perayaan Natal tahun 2020 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, namun itu tidak mengurangi makna dari ibadah Natal itu sendiri.

“Mau pandemi atau tidak pandemi, suka cita Natal tetap kita rasakan karena Tuhan lahir di dunia dan hadir di hati kita, itu yang utama,” tuturnya

Berharap warga jemaat tetap menerapkan protokol kesehatan pada ibadah Natal untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Semoga pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat umat kristiani dalam merayakan hari Natal, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,”ujarnya.

Sementara itu untuk memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat saat Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ditengah penyebaran Covid-19, pihak kepolisian dari Polda Sulbar melakukan pemantauan disejumlah gereja dalam kota Mamuju dan terpantau aman .

Tak hanya di gereja, situasi aman juga terpantau di fasilitas umum lainnya mulai dari pusat perbelanjaan seperti toko, mal, hingga bank dan ATM. Begitu juga arus lalu lintas mudik Natal dan Tahun Baru yang terpantau kondusif dan lancar.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengapresiasi kinerja dan dedikasi dari pihak Keamanan TNI-Polri serta stakeholder lainnya yang telah bersama-sama melaksanakan tugas pengamanan Natal.

Ia juga menyebutkan bahwa pada perayaan Natal Tahun 2020 ini, pihaknya memberikan perhatian khusus dengan membangun Pos keamanan di beberapa lokasi strategis seperti jalur utama trans Sulawesi dan pusat keramaian lainnya.

Selain itu, Beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Sulbar disebar ke Polres-Polres jajaran Polda Sulbar untuk memantau situasi keamanan guna memastikan perayaan Natal berjalan dengan aman, lancar dan Damai.

“Kami dari Polda Sulbar menjamin kenyamanan Saudara-saudara kami umat kristiani dalam melaksanakan ibadah Natal dengan mendirikan Pos pelayanan di beberapa lokasi strategis hingga menenpatkan PJU Polda Sulbar untuk memastikan Personil keamanan bekerja sesuai dengan Protap yang berlaku”, Jelas Kabid Humas.

Selain melakukan pengamanan, personil yang ditempatkan pada Pos pelayanan juga senantiasa memberikan edukasi terkait penerapan Protokol Kesehatan guna mencegah penyebaran Virus Covid-19.

Di akhir kata, Kabid humas menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas kepada Masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah diatur pada Pasal 65 KUHP, Pasal 212 KUHP, Pasal 214 ayat (1) dan (2) KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP, Kemudian, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Pasal 84 dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

(Syarifuddin)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat