Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat menggelar asistensi intensif bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengasah ketajaman dan koordinasi pelaksanaan Program Pastipadu (Penanganan Stunting dan Kemiskinan secara Terpadu). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah krusial untuk memastikan komitmen pemerintah benar-benar menetes hingga ke level tapak.
Rapat maraton selama lima hari (12-16 Desember 2025) di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Sulbar itu menghadirkan perencana dan penanggung jawab program dari berbagai OPD. Fokusnya jelas: menyusun strategi dan menyelaraskan langkah untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tahun 2026.
Pimpinan asistensi, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Sulbar, Andi Almah Aliuddin, mewakili Plt. Kepala Bapperida, menekankan pentingnya presisi dari hulu ke hilir.
“Target 2026 sudah di depan mata. Koordinasi dari perencanaan hingga akhir pelaksanaan program unggulan Pastipadu mutlak. Utamakan dan fokuskan segala energi pada lokus-lokus yang telah ditetapkan,” tegas Almah Aliuddin, membuka pertemuan dengan nada urgensi.
Program Pastipadu dirancang sebagai gerakan kolektif yang menyinergikan seluruh pemangku kepentingan. Untuk 2026, intervensi akan diperluas ke 10 desa per kabupaten, total 60 desa baru, yang ditambah 12 desa yang telah berjalan tahun ini. Dengan demikian, akan ada 72 desa yang menjadi medan tempur utama melawan dua masalah multidimensi ini. Pembiayaan akan bersumber dari kolaborasi APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.
Secara terpisah, Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menyatakan bahwa asistensi ini merupakan turunan langsung dari komando politik Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang konsisten mendorong penurunan stunting dan pengurangan kemiskinan ekstrem.
“Program Pastipadu bukan program satu OPD. Ini adalah komitmen bersama lintas sektor, cerminan misi kepemimpinan daerah untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun SDM unggul. Konsistensi dan kolaborasi adalah kuncinya,” ujar Darwis Damir.
Dalam asistensi tersebut, dirumuskan sejumlah tujuan konkret untuk memastikan efektivitas program:
-
Memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antar-OPD dan pemerintah daerah, menghilangkan ego sektoral.
-
Meningkatkan kapasitas teknis OPD dalam merancang dan melaksanakan intervensi yang tepat sasaran.
-
Mendesain program yang efektif dan terukur, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
-
Menegakkan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan Pastipadu.
-
Merancang strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek, bukan sekadar objek program.
Dengan dukungan penuh pimpinan daerah, asistensi ini diharapkan menjadi titik tolak bagi eksekusi Program Pastipadu yang lebih solid, tajam, dan berdampak. Perang melawan stunting dan kemiskinan ekstrem di Sulawesi Barat memasuki fase yang lebih teknis dan terkoordinasi, menuntut tidak hanya anggaran, tetapi lebih pada ketepgian strategi dan konsistensi pelaksanaan di lapangan. (*/Fhatur Anjasmara)






