Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemprov Sulbar Dorong Perkuat Pendidikan Multikultural, Prof Zudan : Kita sudah punya basis multikultural, hidup damai beragam suku.

Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh, saat menyampaikan materinya dalam seminar nasional pendidikan berbasis multikultural. (dok Ist)

Pasangkayu, Katinting.com – Sebagai daerah yang menjadi penerima asimilasi kebudayaan dan kultural, tentu sejumlah wilayah di Sulawesi Barat, tidak asing lagi dengan proses interaksi sosial dengan beragam suku dan ras serta keyakinan.

Tidak terkeculai kemudian dengan masyarakat di Kabupaten Pasangkayu, kabupaten ujung utara dari Provinsi Sulawesi Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah Sulawesi Tengah, dimana Pasangkayu, interaksi sosial dan kulturalnya tumbuh dan pesat dari keberagaman kultur, sehingga bagi masyarakat di Pasangkayu, tentu adaptasi ilmu multikultural bukanlah hal baru.

Itu kemudian pesan tersirat dari materi yang disampaikan oleh Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh, saat menjadi narasumber Seminan Nasional bertema Tantangan Pendidikan Multikultural di Era Digital, oleh STIT DDI Pasangkayu, Rabu (13/04).

Dalam pandangannya, keberhasilan penerapan pendidikan multikultural di lembaga pendidikan dan masyarakat, tentu bisa dilihat dari adab masyarakat, yang menghargai perbedaan ragam latar belakang suku serta ras dalam interaksi sosialnya.

“Mereka menerima perbedaan dengan implementasi saling mengasihi, peserta didik punya budi pekerti yang baik, menghormati sesama, dan tentu memang menjadi sebuah keharusan di era digitalisasi saat ini” beber Prof Zudan.

Ia tentu tak menampik tantangan pendidikan multikultural di era digitalisasi ini, sebab semua transparan, tanpa sensor, sehingga dibutuhkan penerimaan perbedaan ragam suku dan budaya.

“Dengan dapat hidup berdampingan satu dengan yang lainnya, tapi saya ingin garis bawahi, bagi masyarakat Sulbar, itu tidak sulit, sebab proses interaksi sosial selama ini, telah memapankan mereka soal pendidikan multikultural” ucap zudan.

Karenanya, Ia menyampaikan bahwa pendidikan multikultural ini adalah ide yang bagus, dan kita terima sebagai sebuah sunnatullah.

“Sebab esensi pendidikan multikultural ini, adalah kemanpuan kita menerima keberagaman, dan menjadi tiga hal yang penting, yakni Akhlakul Karimah, Kerukunan, dan Menjaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa” pungkas Prof Zudan. (adv/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat