Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Perum Bulog, sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan kompleks pergudangan pangan di Kota Bontang.
Penandatanganan dilaksanakan di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (21/7/2025), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
“Kerja sama ini adalah bentuk komitmen Pemkot Bontang dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan. Kita ini daerah konsumen, bukan produsen. Karena itu, kerja sama dengan Bulog sangat penting untuk menekan laju inflasi,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Dalam NPHD tersebut, Pemkot Bontang menghibahkan lahan seluas kurang lebih 3 hektare untuk pembangunan gudang Bulog. Rencananya, proses pembangunan fisik akan dimulai pada awal 2026, setelah seluruh dokumen administrasi dan teknis rampung di akhir 2025.
Wali Kota menjelaskan, keberadaan gudang Bulog ini nantinya tidak hanya akan melayani kebutuhan pangan Kota Bontang, tetapi juga wilayah sekitarnya seperti Kutai Timur dan kawasan interland lainnya.
“Gudang ini akan menyimpan beragam komoditas strategis seperti beras, jagung, dan kedelai. Kehadirannya tentu akan memperkuat ketahanan pangan regional,” katanya.
Pun kata dia, saat ini distribusi pangan seperti beras di Bontang masih tergantung dari gudang Bulog di Samarinda. Jarak tempuh yang jauh menyebabkan biaya transportasi tinggi dan berdampak pada mahalnya harga beras di pasaran lokal.
“Nantinya, pelabuhan Bontang bisa menjadi titik masuk langsung untuk distribusi ke gudang baru. Ini akan mempersingkat rantai pasok dan menekan harga,” terangnya.
Seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemerintah dalam Penyediaan dan Penyaluran Gabah, pembangunan gudang ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.
“Memang kita tidak punya lahan pertanian di Bontang, tapi dengan skema ini, gabah dari luar daerah bisa diproses dan didistribusikan dari sini setelah menjadi beras,” jelasnya.
Wali Kota Neni menegaskan bahwa manfaat dari kerja sama ini akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya para RT atau perangkat daerah, tetapi juga pelaku usaha, distributor, dan seluruh rantai logistik yang terlibat dalam penyediaan pangan.
“Semua pihak yang terlibat dalam sistem ketahanan pangan kita akan mendapat manfaat dari keberadaan gudang ini. Ini upaya kita bersama untuk masa depan pangan yang lebih aman dan terjangkau,” pungkasnya. (Re)






