Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jaga Kebersihan Kota, Wawali Bontang Tegur Seluruh Kontraktor: Jangan Biarkan Jalanan Penuh Debu!

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris

Katinting.com, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, melayangkan teguran tegas kepada seluruh kontraktor yang tengah mengerjakan proyek infrastruktur di berbagai titik kota. Ia menyoroti minimnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan, terutama dampak sisa material proyek yang membuat jalanan berdebu dan kotor.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Awang Long, tepatnya di depan Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota hingga Ketua DPRD Bontang. Kondisi jalan yang dipenuhi tanah sisa angkutan proyek dinilai mencemari wajah kota dan mengganggu kenyamanan warga.

“Ini coba lihat di jalur Awang Long depan Rujab Wali Kota dan Wakil hingga Ketua DPRD, jalannya banyak tanah dan berdebu,” kata Agus Haris saat ditemui di halaman Bontang City Mall (BCM), Selasa (21/7/2025).

Ia menyampaikan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan di berbagai lokasi proyek yang tengah berjalan. Oleh karena itu, ia menegaskan teguran ini berlaku untuk semua kontraktor tanpa terkecuali, agar lebih bertanggung jawab menjaga kebersihan area kerja dan sekitarnya.

Ia menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) untuk membantu melakukan penyemprotan jalan-jalan yang terdampak debu. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga diminta turut berkoordinasi agar kebersihan kota tetap terjaga.

“Kemarin saya minta DLH dan Disdamkartan untuk bersinergi membersihkan jalan-jalan dari tumpukan tanah dan debu. Tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Menurutnya, kontraktor wajib menyiapkan fasilitas penyemprotan di lokasi proyek, terutama untuk membersihkan ban kendaraan sebelum keluar dari area pekerjaan. Hal ini penting agar sisa tanah tidak terbawa ke jalanan umum.

“Harusnya sebelum mobil proyek keluar, disemprot dulu bannya. Supaya tanah tidak berceceran di jalan dan mencemari lingkungan,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa saat ini Bontang memasuki musim proyek. Jika tidak ada kesadaran kolektif dari penyedia jasa konstruksi, maka kenyamanan dan kesehatan warga akan terus terganggu akibat debu.

“Ini jadi perhatian kami. Kasihan warga harus menghirup debu dan melihat jalan kota kotor setiap hari,” pungkasnya. (Re)

Share: