Katinting.com, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menghadiri dan menyerahkan secara simbolis bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) berupa beras 10 kilogram per keluarga kepada warga Kelurahan Berbas Tengah, Selasa (21/7/2025). Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Berbas Tengah.
Ia bilang negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama kebutuhan pangan, dapat terpenuhi. Penyaluran CPP ini, kata dia, merupakan salah satu wujud nyata kehadiran negara di tengah tantangan ekonomi yang kian berat.
“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang rawan pangan, baik karena bencana alam, dampak sosial, maupun karena faktor ekonomi seperti stunting dan gizi buruk. Program ini juga mendukung stabilitas pangan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Adapun bantuan pangan tersebut bersumber dari cadangan pangan nasional milik Badan Pangan Nasional (Bapanas), disalurkan oleh Perum Bulog, dan dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang (DKP3). Beras yang diberikan adalah beras kualitas medium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga kualitasnya terjamin.
Untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, sebanyak 4.139 kepala keluarga (KK) di Kota Bontang menjadi penerima manfaat. Karena mencakup dua bulan, maka setiap keluarga menerima 20 kilogram beras. Total bantuan yang disalurkan selama periode ini mencapai 82.780 kilogram, tersebar di 15 kelurahan.
“Ini bukan pertama kali kita menyalurkan bantuan pangan. Pada tahun 2024, kita juga telah menyalurkan kepada 5.804 KK. Ini menunjukkan komitmen pemerintah yang terus berkelanjutan untuk hadir bersama rakyat,” kata dia.
Lebih lanjut, Ia juga menyebut, lonjakan harga beras yang mencapai 25,9 persen di atas harga eceran tertinggi (HET) menjadi alasan mendesak untuk menyalurkan bantuan ini. Di tengah tingginya kebutuhan hidup, kata dia, bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga.
“Dengan adanya bantuan ini, dana yang biasanya digunakan untuk membeli beras bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pendidikan anak, kesehatan, atau modal usaha kecil,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang pernah duduk di kursi legislatif ini mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen pangan yang bijak. Ia mengimbau warga untuk berbelanja sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, dan mencintai produk pangan lokal. Menurutnya, ketahanan pangan keluarga adalah fondasi bagi kedaulatan pangan bangsa.
“Mari kita selamatkan Indonesia dengan pangan. Jika kita kuat dalam pangan, maka Indonesia akan menjadi negara yang berdaulat,” pungkasnya. (Re)






