Salah seorang warga Desa Pangalloang, saat berupaya menerobos banjir di jalan penghubung ibukota Kecamatan Topoyo dengan Desa Pangalloang. (Dok. Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Pangalloang adalah satu desa di kecamatan Topoyo, yang wilayahnya bagian selatan hingga barat daya, atau jika dihitung total batasnya, tiga perempat adalah berbatasan langsung dengan salah satu sisi bantaran sungai Budong budong.

Karena berbatasan langsung dengan salah satu sungai besar di Mamuju Tengah, sudah tentu, Desa Pangalloang menghadapi problem tersendiri bila sungai Budong budong sewaktu waktu mengalami peningkatan debit air yang di picu oleh intensitas hujan di hulu sungai ini.

Itu dikarenakan sebagian besar desa pecahan dari Desa Topoyo ini, wilayahnya adalah hamparan yang lebih rendah dari muka permukaan air sungai Budong budong, sehingga saat air meluap di sungai Budong budong, beberapa wilayah Desa Pangalloang akan mengalami kebanjiran akibat luberan luapan air sungai.

Dari data yang dimiliki oleh laman ini, dalam sepuluh bulan terakhir sudah sebanyak 7 kali banjir dengan ketinggian muka air 50 hingga 60 centimeter melanda Desa Pangalloang, sementara banjir yang muka air di bawah 30 centimeter, tidak terbilang saat di hulu intensitas hujan meninggi, maka air sungai di pastikan meluber ke wilayah desa ini.

Olehnya saat dihubungi, Kepala BPBD Mamuju Tengah Bahtiar, Senin (18/10) mengungkapkan bahwa banjir yang menghantam Pangalloang dan beberapa titik lainnya adalah fenomena umum yang terjadi setiap hujan di hulu sungai atau kalau debit air sungai meninggi dan ketemu air pasang.

Untuk itu Ia menyampaikan bahwa meskipun pihaknya tetap semaksimal mungkin segera menurunkan bantuan evakuasi saat banjir melanda untuk masyarakat membutuhkan, pihaknya juga melakukan upaya negosiasi dan komunikasi ke pihak Balai Sungai dan Sumberdaya Air, guna mendapatkan perhatian.

“Sebab Pangalloang butuh infrastruktur antisipasi banjir, agar saat debit air sungai meninggi, masyarakat di sana tak perlu lagi resah akan datangnya banjir” ungkap Bahtiar.

Lebih jauh mantan Kepala PKM Topoyo ini menuturkan, bahwa masalah yang menjadi pemicu setiap saat banjir melanda Pangalloang, karena desa ini datarannya sedikit lebih rendah dari muka permukaan air sungai Budong budong, dan batas batasnya dengan sungai tidak ada penghalang yang dapat menghalangi masuknya air sungai ke wilayah desa.

“Karenanya saya sudah bicara dengan pihak Balai Sungai dan Sumber Daya Air, untuk memberikan perhatian kepada kami, akan masalah yang di hadapi oleh Desa Pangalloang, dengan menurunkan pembangunan tanggul penahan air serta upaya pengerukan sungai Budong budong” tutur Bahtiar.

Sementara itu hingga pagi ini, warga Pangalloang yang terdampak banjir masih terus mendapatkan pelayanan di dapur umum, yang disiapkan oleh Dinas Sosial Mamuju Tengah, hanya saja kemudian laman ini kesulitan mendapatkan informasi apa saja disiapkan di dapur umum, sebab sampai pagi upaya konfirmasi laman ini ke Kepala Dinas Sosial, belum mendapatkan atensi.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here