banner 728x90

Pandemi Corona, 10.100 Perantau Asal Kabupaten Mamasa Pulang Kampung

banner 728x90

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini, mendirikan posko disetiap pintu masuk wilayah Kabupaten Mamasa untuk melakuakan pantauan dan pemeriksaan bagi warga yang melintas di perbatasan. (Dok. Wahyu)

Mamasa, Katinting.com – Akibat pandemi Novel Coronavirus (Covid-19) atau Corona yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia, sebanyak 10.100 warga Kabupaten Mamasa yang merantau keluar daerah kembali ke kampung halaman.

Hal tersebut berdasarkan data dari tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di posko pintu masuk Kabupaten Mamasa pertanggal 27 Maret 2020.



Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini, telah mendirikan posko disetiap pintu masuk wilayah Kabupaten Mamasa sejak Sabtu 21 Maret lalu, untuk melakuakan pantauan dan pemeriksaan bagi warga yang melintas di perbatasan.

Mereka mendirikan posko empat pintu masuk wilayah Kabupaten Mamasa diantaranya, perbatasan Kabupaten Polewali Mandar – Mamasa, Mamuju – Mamasa, dan Toraja – Mamasa.

Kepala Dinas Kabupaten Mamasa, dr. Hajai S Tanga menuturkan untuk perbatasan Mamasa – Toraja terdapat dua pintu yang dijaga tim Gugus Tugas yakni, Tabang – Toraja dengan Pana – Toraja.

“Untuk data hari ini kami belum rekap, tapi kami pastikan sudah ada tambahan lagi,” kata dr. Hajai S Tanga, Sabtu (28/3).

Berdasarkan pemantauan Covid – 19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menetapkan 88 warga yang masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP).

Dari 88 warga Kabupaten Mamasa yang tercatat sebagai ODP tersebut, 63 diantaranya masih dalam proses pemantauan dan 25 orang lainnya dinyatakan telah selesai.

Menurut dr. Hajai S Tanga, dari 17 kecamatan, ada dua kecamatan yang masuk dalam zona hijau atau tidak terdapat ODP yakni, Kecamatan Bambang dan Kecamatan Tabang.

Sementara 15 kecamatan lainnya masing – masing memiliki ODP diantaranya, Kecamatan Tabulahan sebanyak enam orang, Bumal tiga orang, Aralle satu orang, Mambi sebanyak 15 orang, Mehalaan satu orang, Rantim dua orang, Tandukkaluak 21 orang, Sumarorong tiga orang, Messawa emapt orang, Nosu satu orang, Pana delapan orang, Sespa dua orang, Balla satu orang, Tawalian satu orang, dan Kecamatan Mamasa sebanyak 15 orang.

Kata Hajai, data tersebut merupakan data terbaru sesuai hasil pemantauan di masing – masing kecamatan pertanggal 28 Maret 2020, kata dia, ini masih data sementara.

“Kami masih akan terus melakukan pemantauan di tiap – tiap kecamatan,” kata Hajai, tutup dr. Hajai.

(Wahyu/Zul)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pandemi Corona, 10.100 Perantau Asal Kabupaten Mamasa Pulang Kampung"