Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

PAD Sarang Burung Walet Hanya Rp2 Juta di Bontang, Winardi Dorong Pendataan dan Penertiban Ulang

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi Jumadi

Katinting.com, Bontang – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi Jumadi, menyoroti minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sektor sarang burung walet. Menurutnya, potensi dari komoditas tersebut seharusnya dapat dimaksimalkan, meski tren harga di pasaran tengah menurun.

“Walaupun harganya lagi turun, masa iya baru dua juta masuk PAD? Ini yang harus kita benahi. Sudah beberapa tahun begini,” tegas Winardi saat ditemui belum lama ini di gedung Sekretariat DPRD Bontang.

Ia mengungkapkan bahwa sektor sarang burung walet memang bukan sektor besar jika dibandingkan industri, tetapi tetap memiliki kontribusi yang layak digali. Karena itu, perlu ada langkah konkret dari Bapenda untuk melindungi potensi tersebut melalui pendataan dan penertiban ulang.

“Kemarin saya juga rapat dengan Bapenda, mereka bilang mau data ulang. Pelaku-pelaku usaha walet yang masih aktif dan yang sudah tidak jalan harus didata lagi. Dari situ baru ditentukan pajak atau retribusinya sesuai regulasi,” ucapnya.

Politisi PDI-P tersebut bilang, sangat penting adanya laporan produksi dari para pelaku usaha sarang burung walet. Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki dasar jelas dalam menetapkan kewajiban pajak atau retribusi.

“Harus ada laporan produksi. Berapa jumlah sarang yang dihasilkan, itu kan bisa dihitung. Bappeda pasti tahu rumusnya. Tapi masalahnya sekarang kebanyakan pelaku usaha enggak jalan atau enggak lapor,” bebernya.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya alasan-alasan dari para pelaku usaha yang menyatakan usahanya sudah tidak berjalan, sebagai cara menghindari kewajiban pajak.

“Kita enggak bisa menjustifikasi, tapi segala kemungkinan bisa terjadi. Makanya harus dicek langsung. Harus kunjungan lapangan, monitoring satu-satu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh potensi PAD, baik dari sektor besar maupun kecil, wajib dimaksimalkan. Oleh karena itu, ia mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang melakukan pendataan ulang.

“Prinsipnya, semua potensi PAD kita maksimalkan. Mau itu dari parkir, walet, apapun itu, harus digarap dengan serius,” pungkasnya. (Re)

Share: