banner 728x90

Musik Pompang dan Tantangannya

Tidak ada komentar 240 views

Pemuda Mamasa memanikan musik Pompang. (Dok. Zulkifli)

Mamasa, Katinting.com – Kabupaten Mamasa memang sangat tepat ditetapkan menjadi  daerah tujuan wisata di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Selain karena keindahan panorama alamnya yang menyegarkan mata, juga terdapat keragaman budaya dan adat istiadatnya yang unik. Salah satunya musik tradisional Mamasa, Pompang.

Musik Pompang adalah nama instrumen musik yang materialnya dari potongan-potongan bambu dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah alat musik yang dapat memproduksi irama seruling dan bas.

Instrumen ini dimainkan dengan cara ditiup dan disajikan dalam bentuk ansambel atau semacam musik orchestra. Dimana, dalam memainkan alat ini harus melibatkan banyak musisi didalamnya. Musik Pompang di masyarakat Kabupaten Mamasa keberadaanya sudah sangat erat melekat dengan kehidupan masyarakatnya.

Sampai saat ini keberadaan musik Pompang sangat dijaga oleh masyarakat, karena merupakan salah satu identitas budaya. Hal tersebut dapat diamati pada acara-acara yang digelar di Mamasa. Salah satu contoh, Pompang ini menjadi alternatif hiburan pada setiap pertemuan pejabat atau tamu lainnya jika berkunjung ke Mamasa.

Pada malam ramah tama kunjungan kerja (kunker) Gubernur Sulbar, Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulbar, Yulianto didampingi para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Sulbar, instansi vertitkal Sulbar, mereka disuguhki dengan hiburan tarian adat Mamasa yang dipadukan dengan musik Pompang tersebut.

Menyaksikan itu, Wakajati Sulbar mengaku takjub dengan musik dari Bambu tersebut. Dia mengatakan telah 15 kali dipindah tugaskan ke daerah-daerah di Indonesia selama di Kejati. Namun baru kali ia melihat musik Pompang tersebut.

“Saya terpesona dengan bambu yang bisa bunyi itu, Luar biasa sekali saya bisa bertemu dengan kalian,” katanya saat memperkenalkan diri dihadapan seluruh perangkat pemerintahan Kabupaten Mamasa di Aula Matana Hotel, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, berpesan agar alat musik tradisional seperti Pompang tersebut harus dilestarikan. Apalagi musik Pompang tersebut hanya ada di Mamasa.

“Suling bambu (Pompang) misalnya, di Indonesia tidak ada yang begini, kita harus bangga karena ini hanya ada di Mamasa. Banggalah dengan yang ada dari sini,” kata Gubernur Sulbar.

Olehnya itu dia meminta agar pemerintah Kabupaten Mamasa terus mengembangkan budaya yang ada di Mamasa. Apalagi Kabupaten Mamasa adalah daerah pariwisata di Provinsi Sulbar.

Pendiri sanggar seni Wai Sipapalean, Aditya Ricci Alu yang menampikan para musisinya mebawakan musik tradisional pada pertemuan pejabat tersebut mengatakan, saat ini pemuda-pemuda di Mamasa sudah banyak yang tidak tertarik memainkan musik Pompang.

“Kurangnya minat dari anak-anak muda sekarang mungkin karena pengaruh zaman,” katanya.

Aditya menuturkan, memainkan alat musik Pompang bukanlah suatu hal yang mudah. Kepada pemula, dirinya harus memperkenalkan secara mendalam apa tentang Pompang tersebut. Setelah itu, barulah memasuki proses latihan peniupan serta pengembangannya.

“Kalau untuk pemula akan memakan waktu yang lama. Bisa sampai berminggu-meinggu bahkan sampai berbulan-bulan baru bisa,” tuturnya.

Dai juga menyampaikan, sanggar seni Wai Sipapalean yang ia dirikan sejak tahun 2015, telah dua kali menampilkan musik Pompang dipentas Nasional. Di Cibubur, Jakarta pada tahun 2016 dan Semarang (2017).

Terus berusaha untuk menjaga warisan dari para leluhur melalui sanggar seninya, Aditya mengaku sampai saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah dalam memgembangkan sanggar seninya tersebut.

“Paling bantuan yang masuk dari Pemerintah Daerah, dana-dana sumbangan kalau kami keluar mentas. Kalau bisa kami diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun provinsi. bahkan kalau bisa tembus di (pemerintah) pusat untuk menerima bantuan. karena memang kami belum pernah menerima bantuan sama sekali dalam pengembangan sanggar seni kami,” harap  Aditya.

 

(Zulkifli)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Musik Pompang dan Tantangannya"