Mamuju, Katinting.com – Di tengah kesibukan sebuah tempat ramai seperti Pantai Manakarra, kehilangan barang seringkali dianggap sebagai kehilangan yang tak terhindarkan. Namun, sebuah kejadian di sana memperlihatkan sisi jujur dan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat Mamuju.
Zudan Arif Fakrulloh, saat memberikan sambutan pada Re-Opening Matos Mamuju, membagikan pengalamannya tentang kejutan yang mengesankan. Sebuah tas yang tertinggal selama tiga jam di Pantai Manakarra ditemukan utuh di Rujab setelah ditinggalkan. Seorang tamu dari Solo, yang mengalami kejadian tersebut, sangat terkesan dengan integritas masyarakat Mamuju.
“Seorang kawan dari Solo bermain di Pantai Manakarra. Beliau sangat terkesan dengan masyarakat Mamuju. Tasnya tertinggal di sana dan mereka sadar setelah tiga jam di Rujab. Ketika mereka kembali, tas tersebut masih ada. Ini benar-benar luar biasa. Saya sungguh terkesan dengan masyarakat Mamuju,” ungkapnya.
PJ Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Mamuju atas kejadian ini. Baginya, bisa berada dan bekerja sama dengan masyarakat Mamuju dalam pembangunan daerah merupakan suatu kebanggaan.
Zudan menegaskan bahwa peristiwa di Pantai Manakarra menjadi pelajaran berharga bahwa ketika menemukan barang bukan milik kita, yang terbaik adalah tidak menyentuhnya atau minimal menitipkannya kepada petugas keamanan.
“Ini adalah nilai yang perlu dilestarikan: kejujuran dan sikap tidak mengambil barang yang bukan milik kita,” tutup Zudan.
Kejadian ini bukan sekadar pengalaman biasa, tetapi juga menandakan bahwa kejujuran dan kepercayaan masih menjadi nilai yang kokoh di tengah masyarakat Mamuju. Hal ini menjadi contoh yang menginspirasi akan integritas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh masyarakat luas. (*)






