Mamuju, Katinting.com – Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wanita (HMI-Wati) HMI Cabang Mamuju menggelar dialog publik yang memfokuskan peran penting pemuda dalam merawat kerukunan umat beragama di Sulawesi Barat (Sulbar).
Acara yang berlangsung di Warkop Rintik Hujan, Jalan AP. Pettarani Mamuju, Minggu malam, 17 Desember 2023.
Dalam sambutannya, Ketua HMI Cabang Mamuju, Dahril, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kedamaian dan mengatasi perbedaan, agar tidak terjadi konflik ditengah masyarakat.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam memelihara keutuhan sosial dan harmoni di tengah keragaman agama yang ada,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dialog ini menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya, antara lain H. Juraeri Tahir, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Barat, Anhar, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Barat, serta Ray Akbar Ramadhan, Koordinator Wilayah HMI Badan Koordinasi (BADKO) Sulawesi Selatan dan Barat.
“Kami percaya kepada pemuda kesadaran akan pentingnya toleransi harus terus dirawat, pemuda dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi perbedaan dan konflik yang mungkin timbul,” ungkap H. Juraeri Tahir, salah satu narasumber yang berbagi wawasan tentang upaya nyata dalam memelihara kerukunan beragama.
Sementara, Anhar menekankan betapa pentingnya menjaga keberagaman. Beliau menyatakan bahwa media sosial (Medsos) merupakan platform yang sangat berpengaruh dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap perbedaan agama.
Anhar menyoroti perlunya kesadaran akan bahaya polarisasi dan intoleransi yang bisa terjadi akibat penyebaran informasi yang salah atau provokatif di media sosial.
Ia menegaskan bahwa pemuda sebagai pengguna aktif media sosial memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan mengedukasi tentang keberagaman agama agar tidak terjadi gesekan di masyarakat.
Diskusi yang dipandu oleh Irfah Yulianti, Ketua Kohati Cabang Mamuju, menegaskan pemuda agar dapat aktif terlibat dalam mewujudkan toleransi antarumat beragama, termasuk kegiatan-kegiatan sosial, dialog lintas agama, dan penguatan jejaring kerjasama antarorganisasi pemuda.
Dialog publik ini menjadi tonggak penting dalam menggalang kesadaran bersama akan peran signifikan pemuda dalam merawat kerukunan umat beragama di Sulawesi Barat.
Melalui langkah konkret dan kerjasama yang erat, diharapkan Sulawesi Barat tetap menjadi contoh harmoni dalam keberagaman. (*)






