Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Masih Terdaftar Milik Aset Pemkab Mamuju, 3 Unit Ambulance Ternyata Sudah Dijual

Suasana RDP di gedung DPRD Kabupaten Mamuju.

Mamuju, Katinting.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Dr. Firman mangaku tiga unit ambulance keliling milik Pemerintah Kabupaten  Mamuju terjual tanpa sepengetahuannya. Tiga ambulance itu beroperasi di Puskesmas Tarailu, Puskesmas Topore dan Puskesmas Tappalang.

Hal tersebut dikatakan Kadis Kesehatan Mamuju saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Mamuju dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Mamuju sebagai tindaklanjut dari aksi demonstrasi pekan lalu yang menuntut DPRD mengusut tuntas aset daerah bermasalah.

“Jadi saat ini perlu saya sampaikan, setelah saya cek tiga ambulance itu sudah dijual dan dimiliki swasta, menurut keterangangan kepala Puskesmas, ada orang yang mengaku dari pihak aset dan menjualnya, tapi saat ini masih tercatat sebagai milik aset Dinas Kesehatan,” kata Dr. Firman saat RDP di gedung DPRD Mamuju, Rabu (7/10).

Kadis Kesehatan Kabupaten Mamuju ini memgaku tidak mengetahui orang yang telah menjual tiga unit ambulance keliling tersebut. Padahal mobil ambulance itu masih tercatat sebagai aset daerah Pemkab Mamuju.

“Kalau di daftar aset masih ada, tapi kalau unitnya sudah milik swasta, nah kalau benar sudah dijual siapa penjualnya, ini yang perlu diketahui,” ungkapnya.

Menanggapi itu, anggota DPRD Mamuju Fraksi PKS, Asdar mengatakan jika DPRD akan memanggil pihak terkait, termasuK Kepala Puskemas untuk dimintai keterangan terhadap tiga ambulance yang tak diketahui rimbanya.

“Bila mana sudah terjual tanpa sepengetahuan Dinas, maka tentu ada pihak-pihak ketiga yang bertanggung jawab atas itu, siapa yang menjual dan bagaimana prosesnya itu akan kami telusi,” kata Asdar usai RDP.

Ketua GMNI Mamuju, Muh. Fathir mendorong, pembentukan Pansus DPRD Mamuju untuk menelusi sejumlah aset yang disinyalir masih tak jelas. “Kami tegas meminta DPRD Mamuju untuk membentuk Pansus Pengawasan Aset Daerah, karna kami masih beranggapan jika masih banyak aset-aset yang perlu ditelusuri keberadaannya,” pungkas Fathir.

(Sugiarto/Zul)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat