banner 728x90

Langkah Pemkab Mamasa Jelang PTM di Tengah Pandemi

Tidak ada komentar 74 views
banner 728x90

Ilustrasi/Jawapos.com.

Mamasa, Katinting.com – Pandemi Covid-19 yang kini masih melanda belahan dunia, berdampak pada segala aspek. Bukan saja soal perputaran ekonomi yang semakin melemah, tetapi juga berdampak bidang pendidikan utamnya pada kegiatan belajar mengajar.

Akibatnya, sejumlah sekolah harus ditutup demi mencegah penyebaran wabah virus corona di kalangan pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan. Sehingga, proses belajar dilakukan dengan metode jarak jauh.

Kurang lebih setahun berlalu, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah dilakukan, kini dinilai tidak efektif lagi.  Bukan tanpa alasan, penutupan sekolah dinilai memiliki dampak negatif bagi para siswa pelajar.

Dengan demikian, pemerintah kembali mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Melalui keputusan bersama itu, pemerintah mendorong akselerasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

PTM terbatas direncanakan dimulai pada Juli 2021 mendatang, bertepatan pada tahun ajaran baru. Namun, proses itu dilaksanakan setelah pendidik dan tenaga kependidikan divaksinasi.

Proses belajar mengajar secara terbatas, juga akan dilaksanakan di sejumlah Sekolah di wilayah Kabupaten Mamasa, dengan menjunjung tinggi protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Masmudin mengatakan, sebelum dilaksanakan PTM, masing-masing sekolah akan melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada seluruh orang tua murid beserta Komite sekolah.

Secara teknis dalam pelaksanaan proses belajar tatap muka terbatas kata Masmudin, tiap sekolah akan melaksanakan proses belajar dengan metode shift. “Bagi sekolah yang memiliki banyak siswa,” katanya, Rabu (16/6)

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, kondisi kelas diatur sedemikian rupa dengan kewajiban jaga jarak minimal 1,5 meter. Hal itu dilakukan, demi menjaga terjadinya penyebaran virus corona di kalangan pelajar. Sehingga, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Meskipun kata dia, saat ini Kabupaten Mamasa masuk dalam zona hijau Covid-19. Namun, dalam pelaksanaan PTM wajib mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Pihaknya berharap kepada para Kepala Sekolah utamanya SD, agar mempersiapkan diri dalam menghadapi pembelajaran tatap muka.

“Yang harus diutamakan adalah kebersihan sekolah, dan harus selalu menggunakan masker,” tandasnya.

(Zulkifli)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Langkah Pemkab Mamasa Jelang PTM di Tengah Pandemi"