
Katinting.com, Sangatta – Gerakan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang merupakan mandat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk penguatan ekonomi kerakyatan, menunjukkan progres signifikan di Kutai Timur (Kutim). Jajaran TNI, melalui Komandan Kodim (Dandim) 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, mengonfirmasi bahwa pembangunan 81 titik telah dimulai.
Dandim Ragil Setyo Yulianto mengungkapkan bahwa Kutim bergerak cepat dalam mengimplementasikan arahan pusat.
“Saat ini di Kutim sendiri, sudah ada 81 titik yang sudah siap bangun, artinya sudah dalam tahapan proses pembangunan,” tegas Dandim Ragil.
Keterangan ini disampaikan Dandim usai mengikuti Rapat Evaluasi KDKMP melalui Zoom Meeting bersama Presiden Prabowo, didampingi Bupati Ardiansyah Sulaiman dan jajaran perangkat daerah terkait pada Selasa (25/11/2025).
Proyek KDKMP ini memiliki tenggat waktu yang sangat ketat dan mengusung konsep padat karya. Dandim Ragil menjelaskan bahwa penyelesaian konstruksi harus tuntas dalam waktu 92 hari setelah dana anggaran dari pusat dicairkan.
“Target ini sebenarnya 92 hari setelah penganggaran dari pusat turun. Setelah selesai 92 hari berarti sudah siap untuk running Koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Selain 81 titik yang sudah berjalan, Kodim juga mencatat ada 51 lokasi lain yang masih dalam proses penyesuaian lahan agar spesifikasi pembangunannya sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Proyek ini menjamin kolaborasi erat antarlembaga, melibatkan TNI/Kodim, Pemerintah Daerah, serta dinas teknis seperti Disperindag, DPMDes, dan Dinas Koperasi. Pembangunan diwajibkan mengikuti desain dan ukuran standar, sebab setelah rampung, sarana ini akan diserahkan dan menjadi aset resmi desa setempat. Sebagai contoh, Dandim menyebut progres di Desa Singa Gembara yang telah mencapai 2% pelaksanaan pembangunan.
Dandim 0909/KTM berharap inisiatif ini dapat segera merata ke seluruh pelosok Kutim, memastikan setiap wilayah memiliki fondasi ekonomi yang kuat.
“Harapannya ke depan seluruhnya harus berjalan. Seluruh desa harus punya Koperasi Merah Putih,” pungkasnya.(Adv)






