Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diskepang Kutim Dorong Warga Tanam Pangan Lewat Program P2L

Katinting.com, Sangatta – Ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas. Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur membuktikan hal itu melalui program Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang aktif digalakkan bersama masyarakat.

Program ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri, terutama dengan menanam sayur, buah-buahan, dan tanaman bergizi lainnya. Menurut Diskepang, pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tapi langkah nyata menuju kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga,” ujar Alidi, JF Analis Ketahanan Pangan Diskepang Kutim, di Kantor Diskepan Kutim, Selasa (25/11/2025).

Ia menambahkan bahwa program P2L dan P2B juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menanggulangi kerawanan pangan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola potensi lingkungan sekitarnya.

“Dengan menanam sendiri, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan segar, menghemat pengeluaran, dan lebih sadar akan pentingnya gizi keluarga,” ungkapnya.

Pelaksanaan program ini tidak dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Diskepang Kutim rutin berkolaborasi dengan TNI, Polri, hingga perusahaan swasta dalam bentuk penyuluhan, bantuan bibit, hingga pelatihan teknis. Dukungan ini memperkuat pelibatan masyarakat sekaligus memperluas dampak program di berbagai kecamatan.

Beberapa kelompok wanita tani dan komunitas rumah tangga di Kutai Timur bahkan telah berhasil memproduksi hasil panen pekarangan secara berlebih dan menjadikannya sumber pendapatan tambahan. Hal ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah dan berujung pada peningkatan kesejahteraan.

Langkah ini menjadi semakin penting dalam konteks fluktuasi harga pangan dan dampak krisis iklim yang mempengaruhi produksi pangan nasional. Dengan mengandalkan pekarangan, masyarakat tidak hanya lebih mandiri, tetapi juga menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan daerah. (ADV).

Share: