Pasangkayu, Katinting.com – RSUD Pasangkayu kembali menjadi sorotan setelah keluhan keluarga pasien tentang sulitnya mendapatkan air bersih di fasilitas kesehatan tersebut viral di media sosial.
Masalah ini memicu reaksi tegas dari anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu, yang menilai ketergantungan RSUD hanya pada PDAM sebagai kebijakan yang keliru.
Sejumlah keluarga pasien mengeluhkan kondisi kamar mandi di RSUD Pasangkayu yang tidak terawat akibat kekurangan air bersih pekan lalu.
“Air tidak mengalir sama sekali, WC jadi kotor dan bau. Ini sangat tidak nyaman, apalagi untuk pasien yang sedang sakit,” ujar salah seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.
Ahmad Yani, staf RSUD Pasangkayu, mengakui masalah ini terjadi karena gangguan teknis di PDAM. “Kami sempat beli air dari mobil tangki darurat. Sekarang PDAM sudah normal kembali,” jelasnya via WhatsApp, Selasa (1/7).
Ersad, anggota DPRD Pasangkayu dari Fraksi PKS, menyatakan ketidakpuasannya atas penanganan masalah ini. “RSUD tidak boleh hanya mengandalkan PDAM. Ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, DPRD akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memanggil Dinas Kesehatan setempat untuk evaluasi bersama. Selain itu, Ersad mendesak RSUD untuk memiliki solusi darurat, seperti pengadaan mobil tangki air berkapasitas 10.000 liter.
“RSUD harus punya cadangan air mandiri. Tidak bisa hanya pasrah saat PDAM bermasalah,” tambah Ersad. Langkah ini dinilai penting mengingat keluhan serupa kerap terjadi setiap kali PDAM mengalami gangguan.
Dengan adanya intervensi DPRD, diharapkan RSUD Pasangkayu dapat segera memperbaiki sistem penyediaan air bersihnya, sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat tidak lagi terganggu oleh masalah teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi. (*/Udi)






