Mamuju Tengah, Katinting.com – Dugaan perberdaan hasil pemilu antara C1 hasil dengan form plano, di sejumlah TPS di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, mendapat kecaman keras dari Komisioner Bawaslu RI 2012-2017.
Putra Sulbar ini, Nasrullah, menduga terjadi rekapitulasi yang tak wajar di Mamuju Tengah yang kemudian Dia namai sebagai rekapitulasi Barbar, sebagaimana tulisnya di keterangan pers yang diterima oleh www.katinting.com, Jumat (23/02).
Tentu kondisi itu tidak dapat diterima, sebab berdasarkan informasi yang dirinya terima dari sejumlah informan di lapangan, terkait pola perhitungan hasil Pemilu 14 Februari lalu, Dia mendapatkan informasi bahwa rekapitulasi di Mamuju Tengah berlangsung jauh dari prosedur atau tatacara dalam standar proses rekapitulasi.
Ia mengungkapkan banyak C1 Plano di koreksi. Yang tadinya terdapat caleg memperoleh suara hanya sedikit, berubah menjadi banyak. Contohnya di TPS 02 desa Batuparigi, kecamatan Tobadak. Caleg hanya memperoleh 1 saat penghitungan suara di TPS lalu bertambah jadi 21.suara saat rekap di PPK. Anehnya yg diubah C1 Plano dengan cara mengtip-ex.
“Demikian juga di TPS 01, Desa Sejati, Kecamatan Tobadak, C1 plano diubah dari memperoleh 3 suara berubah menjadi 6. Total suara parpol tersebut akhirnya berubah dari 129 menjadi 132.” ungkap Nasrullah dalam keterangan persnya.
Bahkan Ia mendapatkan fakta fakta lainnya, kalau rekapitulasi yang di sebutnya sebagai rekapitulasi Bar bar ini, berlanjut di sejumlah TPS di wilayah Tobadak secara massif. Karenanya Ia mendesak KPU RI dan Bawaslu RI melalui penyelenggaranya di daerah, untuk mampu menjaga suara pemilih.
“Kasihan suara pemilih diubah ke caleg yang bukan pilihan mereka. Pemyelenggara wajib menjaga integritasnya. Jangan takut intervensi dari pihak lain yang bermaksud memaksakan kehendaknya.” tegas Nasrullah.
Bawaslu Mamuju Tengah Bungkam ?
Hingga saat ini, Bawaslu Mamuju Tengah bungkam soal soal dugaan selisih hasil dan perubahannya, Sebab sejak masalah ini mencuat, laman ini sudah melakukan upaya konfirmasi kepada semua Komisioner di Bawaslu Mamuju Tengah, tapi hingga siang menjelang sore ini, belum memberikan tanggapan, atau bungkam.
Olehnya sejumlah pihak mempertanyakan sikap Bawaslu Mamuju Tengah, terkait permasalahan yang muncul di wilayah Kecamatan Tobadak, bahkan penjelasan yang terjadi di Mamuju Tengah, laman ini, justru dapatkan dari Bawaslu Provinsi pada Kamis (22/02) kemarin.
Termasuk kemudian upaya konfirmasi terkait apa tanggapannya kepada pernyataan Komisioner Bawaslu RI 2012-2017, juga tak memberikan respon yang baik. (Fhatur Anjasmara)






