Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kantor Tergenang Air, Aktivitas di Dua OPD Tutup

Dua kantor OPD di Mamuju Tengah, digenangi banjir, menyebabkan pelayanan lumpuh, Senin, 24 Oktober 2022. (Dok Ist)

 

Mamuju Tengah, Katinting.com – Pelayanan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mamuju Tengah dan Kantor Kearsipan Mamuju Tengah, di Tobadak, pada Senin (24/10) tutup di karenakan, kondisi banjir genangan di kantor ini, mencapai 50 centimeter diatas permukaan tanah dan meluber setinggi dua puluh centimeter dari lantai kantor.

Karenanya, semua pegawai baik ASN PNS maupun ASN non PNS juga non ASN, harus balik kanan semua dan mengurungkan niatnya masuk kantor, dikarenakan seluruh lantai ruanga sudah kemasukan air akibat banjir genangan oleh tingginya debit air dari beberapa saluran buang di belakang kawasan kantor DKP.

Bahkan bukan hanya kantor DKP yang tutup, tapi juga Kantor Kearsipan Mamuju Tengah, juga ikut tutup dihari yang sama, dengan kondisi air didalam kantor, sama, sebab petak kedua kantor ini, hanya dipisahkan oleh dinding pembatas dari ruko yang di sewa oleh kantor di sebelah selatan dari kantor Bupati Mamuju Tengah.

Salah seorang ASN di DKP yang namanya minta tak di tulis, mengemukakan, bahwa kejadian air tergenang dan masuk kantor, adalah kejadian yang berulang, dan menjadi keluhan mereka selama pindah kantor ke tempat itu selepas dari wilayah Topoyo.

“Dulu waktu kami di Topoyo berkantor tidak ada masalah saat hujan turun, karena kantor yang kami sewa di Topoyo memang jauh dari saluran buang yang mungkin saja meluap setiap hari, namun saat pindah ke sini, ini sudah kejadian yang kesekian” papar sumber laman ini.

Karenanya Ia berharap kiranya ada kebijakan dari atas, untuk memikirkan agar kondisi ini tidak di alami lagi oleh dua kantor di sana yakni DKP dan Kantor Kearsipan, di mana setiap hujan turun, air saluran buang dari belakang kantor serta air dari sekitar bukit di sekitar kantor meluap masuk ka halaman kantor hingga ruang kantor.

“Sebab kalau tergenang seperti, ini pelayanan pasti terhenti, dan tadi saja kami memilih tidak masuk kantor, karena jangankan halaman kantor, dalam ruangan saja juga tergenang” harapnya.

Saat di hubungi, Sekertaris Daerah Kabupaten (Sedakab) Askary Anwar, singkat menyampaikan sedang dipertimbangkan dengan melihat kondisi untuk memastikan menganjurkan dua kantor tersebut mencari tempat lebih aman dari banjir genangan.

“Saya kira salah satunya memang pindah, kalau memang pindah ketempat aman” singkat Askary.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat