Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

IPM Naik, Kemiskinan Turun, Gini Ratio Membaik, Rekor Satu Tahun Pemerintahan Tina–Yuki

Mamuju, Katinting.com – Satu tahun pasca dilantik sebagai Bupati Kabupaten Mamuju, pasangan Bupati Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi dan Wakil Bupati Yuki Permana, S.T. (Tina-Yuki) menunjukkan sejumlah capaian pembangunan yang terukur. Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, pemerintah daerah justru berhasil memperbaiki berbagai indikator sosial, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan.

Secara makro, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamuju pada 2025 tercatat sebesar 4,07 persen, melambat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6,47 persen. Meski demikian, perlambatan tersebut dinilai sebagai proses normalisasi setelah pertumbuhan tinggi pada tahun sebelumnya.
Di balik perlambatan tersebut, kualitas pembangunan justru menunjukkan tren positif.

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7,15 persen pada 2024 menjadi 6,99 persen pada 2025. Penurunan ini menjadi indikator penting bahwa kebijakan pembangunan mulai memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio juga mengalami perbaikan. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik, angka Gini Ratio Mamuju turun dari 0,425 pada 2024 menjadi 0,401 pada 2025. Penurunan ini menandakan distribusi pendapatan semakin merata dan manfaat pertumbuhan ekonomi lebih dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Capaian positif lainnya terlihat pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari 71,86 pada 2024 menjadi 72,77 pada 2025. Indeks Reformasi Birokrasi juga meningkat menjadi 70,28 dengan predikat BB. Sementara itu, Indeks Daya Saing Daerah mencatatkan kenaikan dari 3,60 menjadi 3,75, tertinggi di antara kabupaten se-Sulawesi Barat.

Kepala Bapperida Kabupaten Mamuju, Budianto Muin, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 tetap berada pada zona ekspansif meski mengalami moderasi. Perlambatan dipengaruhi oleh penyesuaian sektor pertanian dan industri pengolahan berbasis CPO, serta berkurangnya stimulus fiskal dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meski pertumbuhan melambat, kualitas distribusi ekonomi justru membaik. Ketimpangan menurun dan kemiskinan berhasil ditekan. Artinya, pembangunan tahun 2025 lebih inklusif dan berorientasi pada pemerataan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, satu tahun kepemimpinan Tina–Yuki menunjukkan bahwa fokus pembangunan tidak semata mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dirasakan lebih merata oleh masyarakat. (*)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat