Mateng, Katinting.com – Hujan yang mengguyur wilayah Mamuju Tengah Minggu (31/07) kemarin, membuat sejumlah wilayah pemukiman di Mamuju Tengah terendam, dengan ketinggian air hingga lutut orang dewasa.
Diantara wilayah pemukiman yang terendam, meliputi Desa Salugatta Kecamatan Budong budong, Desa Kuo dan Pangale Kecamatan Pangale, sebagian wilayah Kecamatan Topoyo, dan Kecamatan Tobadak serta beberapa wilayah di Kecamatan Karossa.
Salah seorang warga di Desa Salugatta, Ato, kepada laman ini, Senin (01/08) mengemukakan bahwa wilayahnya nyaris menjadi langganan banjir genangan kala hujan melanda wilayah mereka.
Katanya, air yang menggenangi beberapa pemukiman di Desa Salugatta berasal dari luapan parit dan curahan dari tebing ketinggian di sekitar Salugatta, karena parit dianggap tidak memadai menampung debit air dari ketinggian.
“Jadinya, meskipun kemudian hujan hanya sesaat, dipastikan ditempat kami akan tergenang, karena air dari parit meluap, bahkan banjir semalam, sepertinya terbesar, karena didalam rumah sudah selutut orang dewasa” ungkap Ato.
Karenanya ia berharap kiranya, ada perhatian dari pemerintah setempat baik pemerintah desa, maupun pemerintah kabupaten, untuk memberikan perhatian terkait perawatan parit.
“Bahkan sebisanya, plat deucker juga sudah diganti menjadi jembatan, sehingga air yang akan merangsek ke pemukiman bisa berhenti, karena ruas jalurnya sudah lebar, ketimbang plat deucker ruasnya cukup kecil, sehingga tak dapat menampung debit air” harap Ato.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Najamia, warga Pangale, katanya, hujan yang turun Ahad kemarin, menimbulkan genangan air di sekitar pemukiman warga, bahwa salah satu sekolah di Pangale, juga ikut terendam.
“Ini barusan terjadi, mungkin karena saluran air tidak muat lagi menampung debit air kemarin, sehingga menggenang di pemukiman kami” kata Najamia.
Untuk itu, Ia meminta perhatian ke pemerintah kiranya dapat menata kembali saluran air diwilayah pemukiman di Pangale, sehingga air tidak berulang menggenangi pemukiman mereka saat hujan mengguyur wilayah Mamuju Tengah.
“Sebab kalau ini tidak mendapatkan perhatian, maka tentu, ini akan menimbulkan kerugian bagi kami masyarakat, sebab banjir genangan ini, mengakibatkan tanaman jangka pendek disekitar halaman kami, terancam gagal panen karena pembusukan, kalau saluran di perhatikan dibenahi, maka air tentu tak masuk ke pemukiman kami” pungkas Najamia.
(Fhatur Anjasmara)






