
Mamuji, Katinting.com – Menindak lanjuti kasus pemukulan yang dilakukan oleh salah seorang pekerja Rumah Sakit Tipe B Sulbar kepada Busman Rasyid, Jurnalis Manakarra TV, sejumlah jurnalis bersama GP Ansor Sulbar, PMII Mamuju, FPPI Mamuju melakukan aksi solidaritas di perapatan Simbuang.
Aksi ini menuntut pihak kepolisian untuk menangkap dan memenjarakan semua pelaku pemukulan Jurnalis Manakarra TV, selain itu Korlap Aksi Mursalim Majid meminta kepada Dinas Tenaga Kerja meninjau keberadaan para pekerja dan meminta kepolisian menyelidiki bangunan RS Tipe B yang tengarai ada masalah dan tidak sesuai sehingga menghalang-halangi jurnalis dalam melakukan peliputan.
“Aksi yang kami lakukan ini sebagai wujud dukungan kepada Polres agar memproses semua pelaku dan menangkap yang memukul saudara kami Busman,” tutur Mursalim Majid. Jumat (03/02).
Lanjut, kami berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat, karena bila tidak kami akan melakukan aksi yang lebih besar dibandingan aksi yang kami lakukan hari ini.
Sementara itu Sudirman Samual mengatakan polisi jangan sampai masuk angin, karena banyak kasus kekerasan yang terjadi, itu tidak kita ketahui akhirnya seperti apa, seolah-olah kasuss itu sudah ditelan bumi begitu saja, paparnya
Dari perwakilan GP Ansor Sulbar, Sudirman mengatakan, kami memprotes keras terhadap oknum yang melakulan pemukulan terhadap saudara kami yakni Busman Wartawan Manakarra TV.
“Kami GP Ansor berharap agar cara cara kriminalisasi yang tidak bersahabat harus dihilangkan di provinsi yang kita cintai ini,” kata Sudirman.
Setelah melakukan aksi di perapatan Simbuang, massa aksi bergeser kelokasi kejadian untuk melihat langsung prarekontruksi yang dilakukan oleh tim penyidik Polres Mamuju.
Dari prarekontruksi Kapores Mamuju mengatakan, dari hasil yang kami dapatkan dari 5 orang yang kami periksa, 1 orang calon tersangka yang berinisial B.
“Kami sudah melakukan prarekontruksi terhadap 5 saksi dan 1 diantara mereka menjadi calon tersangka,” tegas Kapolres Mamuju AKBP M. Rifai. (AR)






